Powered by Blogger.
Persib Bandung Vs Persija Jakarta | 08 May 2014 | Live RCTI dan K-Vision
Showing posts with label AREMA FC. Show all posts
Showing posts with label AREMA FC. Show all posts
Wednesday, 11 June 2014

HASIL ISL 2014 HARI INI :
-----------------------------
- Sriwijaya FC 1-1 Semen Padang
- Putra Samarinda 3-0 Persiba Bantul

KELASEMEN DAN JADWAL PERSIJA
---------------------------------------

Friday, 6 June 2014

Buntut bentrok kedua kelompok supoter
Bonek Persebaya dan Aremania Malang, memaksa aparat kepolisian dari Polrestabes Surabaya. Setidaknya 31 orang yang diduga dari kelompok Bonek kini ditahan dan menjalani pemeriksaan.

Mereka ini dicokok setelah menggelar aksi sweeping terhadap suporter Aremania di Jalan Tol dari arah Satelit-
Perak. Menurut informasi yang dikutip dari laman ongisnade, Jumat (6/6), saat ini 31 orang tersebut masih menjalani pemeriksaan di Polsek Gayungan dan Polsek Sukomanunggal.

Mereka yang berjumlah 19 orang
ditangkap Polsek Gayungan, sementara 12 orang lainnya ditangkap Polsek Sukomanunggal.

"31 orang masih diperiksa dan mereka kami amankan karena membawa sajam dan batu yang dipakai untuk melempar pada petugas," Kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes POl Setija Junianta.

Sedangkan aksi sweeping di Jalan tol Satelit-Tanjung Perak dilakukan pada pukul 23.00 wib hingga Rabu (4/6) dini hari.

Akibatnya membuat arus lalu lintas di jalan tol itu, baik dari arah Satelit menuju ke Tanjung Perak maupun sebaliknya
lumpuh total.

Sumber :

http://m.sindonews.com/read/2014/06/06/58/870856/polisi-cokok-31-bonek

Monday, 5 May 2014
Persija Jakarta
Persija Jakarta






       VS
Arema
Arema
 .
Mesti Kalah dari Arema Cronous, Persija Jakarta puas terhadap permainan anak-anak macan kemayoran, Persija Jakarta. Persija kalah dari Arema melalui titik putih Gustavo Lopez di menit ke 82 babak ke 2.

Bermain di Kandang sendiri baik Persija Jakarta maupun Arema Cronous mempunyai banyak peluang, hanya penyelesaian akhir dari ke dua team yang masih buntu.

Team asuhan Benny Dollo sangat puas dengan skema dan semangat anak asuhnya dalam laga tersebut.


Friday, 3 January 2014
Arema VS Hamburg
Arema VS Hamburg
Laga ujicoba internasional antara Arema Indonesia vs Hamburg SV bakal dipenuhi oleh Aremania. Selain karena yang bermain adalah tim kesayangan mereka, tapi juga Hamburg mendatangkan tim utama.

Salah satu kontestan Bundesliga itu dikabarkan akan ikut mendatangkan bintang utamanya. Salah satu adalah Rafael van der Vaart.

Panitia Lokal juga sudah merilis harga tiket yang dibagi dalam tiga kategori. Kategori pertama akan dijual seharga Rp25 ribu, VIP sebesar Rp100 ribu, dan VVIP senilai Rp150 ribu.

"Panpel memastikan tidak mengubah harga tiket pertandingan Arema lawan Hamburg SV," ujar Abdul Haris, Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Arema, Kamis (2/1).

Kick off pertandingan akan berlangsung, Senin (6/1)  pukul 20.00 WIB. Rencananya akan disiarkan secara langsung oleh MNC TV.




Monday, 30 December 2013
Hasrat Macan Kemayoran menjadi juara untuk ketiga kalinya di Trofeo Persija tak kesempaian. Hasil ini diperoleh setelah Persija hanya menang 4-1 atas Army United di laga kedua sekaligus terakhir di Trofeo Persija yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (30/12).

Kemenangan ini tidaklah cukup buat Persija. Pasukan Oranye akan mengangkat trofi di turnamen tahunan yang telah digelar sejak 2011 itu jika berhasil menang dengan selisih 8 gol atas sang lawan.

Hal ini lantaran Arema surplus 8 gol. Singo Edan, yang akhirnya menasbihkan diri menjadi kampiun untuk pertama kalinya, sebelumnya meraih kemenangan di dua laga masing-masing dengan skor 6-1 (melawan Army United) dan 3-0 (melawan PDRM FA).

Bagi Persija, meraih kemenangan dengan selisih 8 gol memang terlihat berat. Di laga, Fabiano Beltrame dkk. mendapat kesulitan, terutama dalam membobol gawang Army United di babak pertma.

Persija lebih dulu mendapatkan ancaman pada menit ke-15, namun itu tak menjadi gol setelah bola sepakan penggawa Army United melebar. Persija baru bisa membalas ancaman tersebut pada menit ke-17. Rudi Setiawan mendapat peluang setelah ruang terbuka lebar, namun bola sepakannya melambung di atas mistar.

Sementara bola tembakan pemain seleksi Shaka Bangura pada menit ke-19, yang membentur pemain lawan, keluar lapangan. Adapun bola sepakan Ferry Komul masih tipis.

Persija baru bisa mencetak gol pada menit ke-38. Gol buat skuad ibukota dicetak oleh Shaka Bangura lewat titik putih usai Agung Supriyanto dijatuhkan kiper Army United, Watthana Phong T. Itu menjadi gol satu-satunya di babak pertama.

Anak asuh Benny Dollo terlihat tak berhenti. Sejak babak kedua dimulai, Macan Kemayoran terus memberikan tekanan. Pada menit ke-54, Persija berhasil menambah keunggulan lewat sang kapten, Fabiano. Ia mencetak gol kedua untuk Persija lewat tendangan bebas.

Persija nyaris mengubah kedudukan lagi pada menit ke-59. Namun, bola tandukan Rudi Setiawan membentur tiang gawang.

Si Oranye kembali merobek gawang Gentleman Ranger pada menit ke-30. Ini setelah bola sepakan Syahrizal menyambut umpan lambung ke depan mulut gawang tak bisa dihadang.

Setelah itu, Persija mendapat dua kesempatan untuk mencetak gol pada menit ke-72, namun bola sepakan Fabiano dan Afandi membentur tiang.

Kegagalan itu tak membuat Persija patah arang. Sebaliknya, mereka kian termotivasi untuk menyalip perolehan gol Arema. Pada menit ke-73, Persija memperbesar keunggulannya lewat aksi Rahmat Afandi, yang melakukan tusukan dan mengecoh kiper sebelum menceploskan bola.

Hingga laga berakhir, Persija tak lagi bisa mencetak gol. Sementara Army United bisa memperkecil ketertinggalan menjadi 4-1 lewat gol Niphon Kamtong pada menit ke-90. Persija pun harus menyerahkan titel juara kepada Arema.

Susunan Pemain

Persija: Andrittany Ardhiyasa, Fabiano, Syahrizal (Victor Pae 85′), Mardiansyah (Ismed Sofyan 37′), Firmansyah (Dani Saputra 76′), Ferry Komul (Amarzukih 37′), Rohit Chand, Rudi Setiawan (Guntur 74′), Abduh Lestaluhu (Ellie Aiboy 46′), Agung Supriyanto (Rahmat Affandi 46′), Shaka Bangura

Cadangan: Adixi, Daryono, Victor Pae, Ismed Sofyan, Dani Saputra, Amarzukih, Delton, Ellie Aiboy, Guntur, Defri Risky, Rahmat Affandi

Army United: Watthana Phong T, Chaiwat Nakeian, Saravut Tongsawat, Dawut Dinkhet, Chatchai Mokkasem, Akesatha Tunyagam, Niphon Kamtong, Yutihichai Liamkrai (Rattakit Chanana 62′), Suwittaya Numsinlak, Sirodom Singthippan, Kraison Sriyan

Cadangan: Udomsak Patcham, Rattakit Chanana, Sornsiri Proaybumrung




Arema menjadi kampiun di Trofeo Persija 2013. Hasil ini diperoleh setelah Singo Edan unggul selisih gol atas sang empunya hajatan Persija Jakarta.

Anak asuh dari Suharno mencetak sembilan gol dari dua laga. Mereka hanya kebobolan sekali, itu saat meraih kemenangan 6-1 atas Army United, Minggu (29/12).

Torehan gol Arema lebih baik dari Persija. Skuad berjuluk Macan Kemayoran mencetak enam gol dari dua pertandingan dan kebobolan sebanyak dua kali.

Satu gol ke gawang Andritany tercipta ketika Persija melawan Polis Di Raja Malaysia (PDRM) FA, Minggu (29/12). Anak asuh Benny Dollo menang meski dengan skor tipis 2-1.

Satu lainnya tercipta saat berhadapan dengan Army United. Pada laga terakhirnya, Senin (30/12), Persija sendiri memang dengan skor 4-1.

Bagi Arema, ini merupakan gelar kedua yang diraih menjelang Indonesia Super League (ISL) bergulir. Sebelumnya, Ahmad Bustomi dkk. telah mengangkat piala di Piala Gubernur Jawa Timur.

Gelandang Arema, Ahmad Bustomi, mengaku bersyukur dengan pencapaian yang ditorehkan. Buatnya, dua gelar yang diraih merupakan kado istimewa sebelum tahun baru.

Ia pun yakin dua gelar yang diraih bisa mengangkat motivasi para penggawa Singo Edan.

“Syukur, Alhamdulillah. Ini merupakan suatu yang membanggakan. Tahun lalu, kami gagal juara Trofeo Persija. Ini merupakan kado manis sebelum tahun baru,” kata Bustomi.

Bustomi tetap mengingatkan rekan-rekan tidak berpuas diri. Ia meminta agar tetap memperbaiki performa jelang ISL, yang akan bergulir mulai 1 Februari 2013.

“Tujuan utama kami adalah di ISL. Selain itu juga di AFC Cup”.



Saturday, 28 December 2013
JAKARTA – Ada yang beda dari penyelenggaraan Trofeo Persija edisi ketiga tahun ini. Turnamen pramusim tersebut bakal jauh lebih bergengsi ketimbang yang sudah digelar pada edisi-edisi sebelumnya. Ini tak lepas dari keikutsertaan dua tim dari mancanegara, PDRM FC dari Malaysia dan Army United dari Thailand.

Di kompetisi domestik musim lalu, PDRM menempati peringkat ketujuh Liga Primer Malaysia, kasta kedua kompetisi di negeri jiran itu. Sedangkan Army United berada di posisi keenam Liga Primer Thailand, kompetisi elite di “Negeri Gajah Putih”.

Selain dua tim ini, tim lokal, Arema Cronous, yang baru saja juara Piala Gubernur Jatim, juga diundang, Menurut rencana, turnamen ini akan digelar 29-30 Desember di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Keempat tim ini akan memperebutkan Piala Gubernur DKI Jakarta.

Untuk turnamen kali ini, keterlibatan orang nomor satu di Jakarta, Joko Widodo, tak bisa dinafikan. Hal ini ditegaskan Direktur Marketing Persija, Budiman Dalimunthe.
Tuesday, 24 December 2013


SEJARAH AREMA INDONESIA

-Nama Arema Pada Masa Kerajaan-
Nama Arema adalah legenda Malang.
Adalah Kidung Harsawijaya yang pertama kali mencatat nama tersebut,
yaitu kisah tentang Patih Kebo Arema di kala Singosari diperintah Raja Kertanegara. Prestasi Kebo Arema gilang gemilang.
Ia mematahkan pemberontakan Kelana Bhayangkara seperti ditulis dalam Kidung Panji Wijayakrama hingga seluruh pemberontak hancur seperti daun dimakan ulat.

Demikian pula pemberontakan Cayaraja seperti ditulis kitab Negarakretagama.
Kebo Arema pula yang menjadi penyangga politik ekspansif Kertanegara.
Bersama Mahisa Anengah, Kebo Arema menaklukkan Kerajaan Pamalayu yang berpusat di Jambi.
Kemudian bisa menguasai Selat Malaka.
Sejarah heroik Kebo Arema memang tenggelam.
Buku-buku sejarah hanya mencatat Kertanegara sebagai raja terbesar Singosari, yang pusat pemerintahannya dekat Kota Malang.

Nama Arema Di dekade 80'an
Sampai akhirnya pada dekade 1980-an muncul kembali nama Arema.
Tidak tahu persis, apakah nama itu menapak tilas dari kebesaran Kebo Arema.
Yang pasti, Arema merupakan penunjuk sebuah komunitas asal Malang.

Arema adalah akronim dari Arek Malang. Arema kemudian menjelma menjadi semacam "subkultur" dengan identitas, simbol dan karakter bagi masyarakat Malang.

Diyakini, Arek Malang membangun reputasi dan eksistensinya di antaranya melalui musik rock dan olahraga. Selain tinju, sepak bola adalah olahraga yang menjadi jalan bagi arek malang menunjukkan reputasinya. Sehingga kelahiran tim sepak bola Arema adalah sebuah keniscayaan.

ASAL USUL BERDIRINYA AREMA

(Arema Football Club/Persatuan Sepak Bola Arema nama resminya)
lahir pada tanggal 11 Agustus 1987, dengan semangat mengembangkan persepak bolaan di Malang.
Pada masa itu, tim asal Malang lainnya Persema Malang bagai sebuah magnet bagi arek Malang.
Stadion Gajayana –home base klub pemerintah itu– selalu disesaki penonton.
Dimana posisi Arema waktu itu?Yang pasti, klub itu belum mengejawantah sebagai sebuah komunitas sepak bola. Ia masih jadi sebuah “utopia”.

Adalah Acub Zaenal mantan Gubernur Irian Jaya ke-3 dan mantan pengurus PSSI periode 80-an yang kali pertama punya andil menelurkan pemikiran membentuk klub Galatama di kota Malang setelah sebelumnya membangun klub Perkesa 78. Jasa “Sang Jenderal” tidak terlepas dari peran Ovan Tobing, humas Persema saat itu. “Saya masih ingat, waktu itu Pak Acub Zainal saya undang ke Stadion Gajayana ketika Persema lawan Perseden Denpasar,” ujar Ovan.

Melihat penonon membludak, Acub yang kala itu menjadi Administratur Galatama lantas mencetuskan keinginan mendirikan klub galatama. “You bikin saja (klub) Galatama di Malang,” kata Ovan menirukan ucapan Acub.

Beberapa hari setelah itu,
Ir Lucky Acub Zaenal –putra Mayjen TNI (purn) Acub Zaenal– mendatangi Ovan di rumahnya, Jl. Gajahmada 15. Ia diantar Dice Dirgantara yang sebelumnya sudah kenal dengan dirinya.
“Waktu itu Lucky masih suka tinju dan otomotif,” katanya.

Dari pembicaraan itu, Ovan menegaskan kalau dirinya tidak punya dana untuk membentuk klub galatama. “Saya hanya punya pemain,” ujarnya.
Maka dipertemukanlah Lucky dengan Dirk “Derek” Sutrisno (Alm), pendiri klub Armada ‘86.

Berkat hubungan baik antara Dirk dengan wartawan olahraga di Malang, khususnya sepakbola,
maka SIWO PWI Malang mengadakan seminar sehari untuk melihat
"sudah saatnyakah Kota Malang memiliki klub Galatama?"
Drs. Heruyogi sebagai Ketua SIWO dan Drs. Bambang Bes (Sekretaris SIWO) menggelar seminar itu di Balai Wartawan Jl. Raya Langsep Kota Malang.
Temanya
"Klub Galatama dan Kota Malang",
dengan nara sumber al; Bp. Acub Zainal (Administratur Galatama),
dari Pengda PSSI Jatim, Komda PSSI Kota Malang, Dr. Ubud Salim, MA.
Acara itu dibuka Bp Walikota Tom Uripan (Alm).
Hasil atau rekomendasi yang didapatkan dari seminar:
Kota Malang dinilai sudah layak memiliki sebuah klub Galatana yang professional.

Harus diakui, awal berdirinya Arema tidak lepas dari peran besar Derek dengan Armada 86-nya. Nama Arema awalnya adalah Aremada-gabungan dari Armada dan Arema.
Namun nama itu tidak bisa langgeng.
Beberapa bulan kemudian diganti menjadi Arema`86.
Sayang, upaya Derek untuk mempertahankan klub Galatama Arema`86 banyak mengalami hambatan, bahkan tim yang diharapkan mampu berkiprah di kancah Galatama VIII itu mulai terseok-seok karena dihimpit kesulitan dana.

Dari sinilah, Acub Zaenal dan Lucky lantas mengambil alih dan berusaha menyelamatkan Arema`86 supaya tetap survive.
Setelah diambil alih, nama Arema`86 akhirnya diubah menjadi Arema dan ditetapkan pula berdirinya Arema Galatama pada 11 Agustus 1987 sesuai dengan akte notaris Pramu Haryono SH–almarhum–No 58.
“Penetapan tanggal 11 Agustus 1987 itu, seperti air mengalir begitu saja, tidak berdasar penetapan (pilihan) secara khusus,” ujar Ovan mengisahkan.

Hanya saja, kata Ovan, dari pendirian bulan Agustus itulah kemudian simbol Singo (Singa) muncul.
"Agustus itu kan Leo atau Singo (sesuai dengan horoscop),"imbuh Ovan.
Dari sinilah kemudian, Lucky dan, Ovan mulai mengotak-atik segala persiapan untuk mewujudkan obsesi berdirinya klub Galatama kebanggaan Malang.


PERJALANAN AREMA DI GALATAMA

Di awal keikut sertaan di Kompetisi Galatama Ovan Tobing dan Lucky Acub Zaenal mulai bekerja keras mengurus segala tetek-bengek mulai pemain, tempat penampungan (mess pemain), lapangan sampai kostum mulai diplaning.
Bahkan,gerilya mencari pemain yang dilakukan Ovan satu bulan sebelum Arema resmi didirikan.
Pemain-pemain seperti Maryanto (Persema), Jonathan (Satria Malang), Kusnadi Kamaludin (Armada), Mahdi Haris (Arseto), Jamrawi dan Yohanes Geohera (Mitra Surabaya), sampai kiper Dony Latuperisa yang kala itu tengah menjalani skorsing PSSI karena kasus suap, direkrut.
Pelatih sekualitas Sinyo Aliandoe, juga bergabung.


Hanya saja, masih ada kendala yakni menyangkut mess pemain.
Beruntung, Lanud Bandar Udara Abdul Rachman Saleh mau membantu dan menyediakan barak prajurit Paskhas TNI AU untuk tempat penampungan pemain.
Selain barak, lapangan Pagas Abd Saleh, juga dijadikan tempat berlatih.
Praktis Maryanto dkk ditampung di barak.
“TNI-AU memberikan andil yang besar pada Arema,” papar Ovan.

Sempat ada kendala, yakni masalah dana –masalah utama yang kelak terus membelit Arema.
“Kalau memang tidak ada alternatif lain, ya papimu Luk yang harus mendanai,” jelas Ovan saat mengantarnya ke Bandara Juanda.
Sepulang dari Jakarta, Acub Zaenal sepakat menjadi penyandang dana.

Prestasi klub Arema bisa dibilang seperti pasang surut, walaupun tak pernah menghuni papan bawah klasemen, hampir setiap musim kompetisi Galatama Arema F.C. tak pernah konstan di jajaran papan atas klasemen, namun demikian pada tahun 1992 Arema berhasil menjadi juara Galatama.
Dengan modal pemain-pemain handal seperti Aji Santoso, Mecky Tata, Singgih Pitono, Jamrawi dan eks pelatih PSSI M Basri,
Arema mampu mewujudkan mimpi masyarakat kota Malang menjadi juara kompetisi elit di Indonesia.

Perjalanan Arema DI LIgina (Liga Indonesia)
Sejak mengikuti Liga Indonesia, Arema F.C. tercatat sudah 7 kali masuk putaran kedua.
Sekali ke babak 12 besar (1996/97) dan enam kali masuk 8 besar( 1999/00, 2001, 2002, 2005, 2006,& 2007).

Walaupun berprestasi lumayan, tapi Arema tidak pernah lepas dari masalah dana.
Hampir setiap musim kompetisi masalah dana ini selalu menghantui sehingga tak heran hampir setiap musim manajemen klub selalu berganti.

Pada tahun 2003, Arema mengalami kesulitan keuangan parah yang berpengaruh pada prestasi tim.
Hal tersebut yang kemudian membuat Arema FC diakuisisi kepemilikannya oleh PT Bentoel Internasional Tbk pada pertengahan musim kompetisi 2003 meskipun pada akhirnya Arema terdegradasi ke Divisi I.

Sejak kepemilikan Arema dipegang oleh PT Bentoel Internasional Tbk, prestasi Arema semakin meningkat; 2004 juara Divisi I, 2005, dan 2006 juara Copa Indonesia, 2007 juara Piala Soeratin LRN U-18.

Pada tahun 2006 dan 2007 Arema dan Benny Dollo mendapatkan penghargaan dari Tabloid Bola sebagai tim terbaik dan Pelatih terbaik.

Perjalanan Arema Di Liga Super Indonesia

Kompetisi Liga Super Indonesia ke-1 2008-2009 Arema berada di urutan ke-10.
Dua bulan Setelah kompetisi usai tepatnya 3 Agustus 2009 di Hotel Santika Malang pemilik klub Arema, PT Bentoel Investama, Tbk melepas Arema ke kumpulan orang-orang peduli terhadap Arema (konsorsium).

Pelepasan Arema ini adalah dampak dari penjualan saham mayoritas PT Bentoel Investama, Tbk. ke British American Tobacco.

Sebelumnya ada wacana untuk menggabungkan Arema dengan Persema Malang menjadi satu, namun ditolak oleh Aremania.

Arema pada musim kompetisi 2009-10 yang ditukangi oleh Robert Rene Alberts meraih gelar Juara Liga Super Indonesia dan Runner-up Piala Indonesia.

Prestasi Yang Diraih Arema sampai Tahun 2010

  • Piala GALATAMA Runner up (1 kali ): tahun 1992
  • GALATAMA Juara (1 kali ): 1992/93
  • Divisi Satu Juara (1 kali ):tahun 2004
  • Piala Indonesia Juara (2 kali): 2005, 2006
  • Runner up (1 kali): 2010
  • Liga Super Indonesia Juara (1 kali): 2009/2010
  • Piala Gubernur Runner up (1 kali): 2008
  • Piala Soeratin U-18 Juara (1 kali): 2007


Penghargaan

  • Tabloid Bola Best Team Award (2 Kali): 2006, 2007


PARTISIPASI DALAM LIGA DI INDONESIA


- GALATAMA
  • Tahun 1987/88, urutan akhir diposisi 6 (14 tim)
  • Tahun 1988/89, urutan akhir diposisi 8 (18 tim), Top skorer Mecky Tata (18 Gol)
  • Tahun 1990, Urutan akhir diposisi 4 (18 tim)
  • Tahun 1991/92, urutan akhir diposisi 4 (20 tim), Top Skorer SInggih Pitono (21 Gol)
  • Tahun 1992/93, Juara 1 (17 Tim), top SKorer Singgih Pitono (16 Gol)
  • Tahun 1993/94, urutan 6 (Babak Penyisihan) 17 tim dibagi menjadi 2 grupLiga Indonesia
- Liga Dunhill tahun 1994/95, berakhir dibabak penyisihan (urutan 6 dari 17 Tim)
- Liga Dunhill tahun 1995/96, berakhir dibabak penyisihan (urutan 12 dari 16 Tim)- Liga Kansas tahun 1996/97, berakhir dibabak 12 Besar
- Ligina tahun 1997/98, DIhentikan karena Kerusuhan
- Ligina tahun 1998/99, Berakhir di babak Penyisihan (urutan 3 dari 6 tim)
- Liga Bank Mandiri tahun 1999/00, Berakhir di babak 8 Besar
- Liga Bank Mandiri tahun 2001, Berakhir di babak 8 Besar
- Liga Bank Mandiri tahun 2002, Berakhir di babak 8 Besar
- Liga Bank Mandiri tahun 2003, Berakhir di urutan 19 (22 tim) terdegradasi ke DIvisi 1
- Liga PErtamina Divisi 1 tahun 2004, Juara 1 dan Masuk kembali ke liga Indonesia
- Liga Djarum tahun 2005, Berakhir di babak 8 besar
- Liga Djarum tahun 2006, Berakhir di babak 8 besar
- Liga Djarum tahun 2007, Berakhir di babak 8 besar

Liga Super Indonesia
Tahun 2008/09, Berakhir di urutan 10
Tahun 2009/10, Juara 1
Tahun 2010/11, .....?

Liga Champions ASIA

  • Kejuaraan Klub Asia 1993–94 (tidak lolos ke babak 6 besar setelah kalah agregat 3-6 dari Thai Farmers Bank Thailand)
  • Liga Champions AFC 2006 (dicoret karena PSSI lalai mendaftarkan ke AFC Champions League)
  • Liga Champions AFC 2007 (gagal lolos dari babak penyisihan, hanya menempati urutan ke-3)
  • Liga Champions AFC 2011


DAFTAR PELATIH AREMA

  1. Sinyo Aliandoe , dari Indonesia, melatih dari tahun 1987 - 1989
  2. Andi M Teguh (Alm.) , dari Indonesia, melatih dari tahun 1989 - 1992
  3. M BAsri , dari Indonesia, melatih dari tahun 1992-1993, 2000
  4. Gusnul Yakin , dari Indonesia, melatih dari tahun 1993-1994, 1995-1996,1997-1998, 2003, 2008-2009
  5. Halilintar Gunawan , dari Indonesia, melatih dari tahun 1994 - 1995
  6. Suharno , dari Indonesia, melatih dari tahun 1996 - 1997
  7. Hamid Asnan (Alm.) , dari Indonesia, melatih dari tahun 1998
  8. Winarto , dari Indonesia, melatih dari tahun 1998 - 1999
  9. Daniel Rukito , dari Indonesia, melatih dari tahun 2001-2002
  10. Terry Weton , dari Australia, melatih dari tahun 2003
  11. Henk Wullems , dari Belanda, melatih dari tahun 2003
  12. Benny Dollo , dari Indonesia, melatih dari tahun 2004-2006
  13. Miroslav Janu , dari Ceko, melatih dari tahun 2006-2007
  14. Bambang Nurdiansyah , dari Indonesia, melatih dari tahun 2008
  15. Robert Rene ALberts , dari Belanda, melatih dari tahun 2009-2010
  16. Miroslav Janu , dari Ceko, melatih dari tahun 2010 - 


  • Arema Malang Menempati Stadion Kanjuruhan Malang
  • Arema Mempunyai Julukan Singo Edan
  • Mempunyai Fanatik Suporter yaitu Aremania dan Aremanita (untuk suporter wanita)


Kantor Sekretariat PT Arema Indonesia
Jl Sultan Agung 9 Malang
Tlp (0341) 331462, 358444
Fax (0341) 358444
Email : pt_aremaindonesia@aremafc.com
Website : AREMA

- Diambil Dari Wikipedia Indonesia
- Ada kekurangan atau ada yang ingin menambahkan silahkan di bagian Komentar.


Panitia pelaksana (Panpel) Piala Gubernur Jatim dibuat pusing untuk menggelar laga Persebaya lawan Arema Malang, karena di berbagai tempat terkenda izin. Pada Senin (23/12/2013) siang laga diputuskan dihelat di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

Namun karena tak dapat izin, akhirnya panpel menggelar rapat maraton, dan dihasilkan keputusan bahwa pertandingan akan digelar di markas militer, tepatnya di Stadion Bumimoro AAL Surabaya.

"Pertandingan finalnya di Bumimoro Surabaya tanpa penonton. Pertandingan dimulai jam 15.00 WIB karena siaran televisi," sebut Ahmad Munir, ketua panpel Piala Gubernur Jatim 2013 usai rapat, Senin (23/12/2013).


Thursday, 5 December 2013
Administrasi yang dikirim ke tim verifikasi juga meliputi biaya operasional selama semusim. Manajemen memperkirakan tim kebanggaan Aremania ini bakal menghabiskan dana sekitar Rp 40 miliar.

Kebutuhan dana ini meliputi dana operasional dan gaji pemain. Tapi, tidak menutup kemungkinan anggaran ini bakal membengkak.

“Yang kami siapkan sekitar Rp 40 miliar. Ini sudah kami laporkan ke tim verifikasi,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Johar Arifin Husen mengungkapkan pencantuman pendanaan klub ini untuk menghindari krisis finansial klub setelah kompetisi bergulir. Klub tidak perlu menunjukan uang tunai dihadapan tim verifikasi.

Klub cukup menunjukan buku rekening. Tapi, klub juga harus merinci kebutuhan tim selama semusim. Ini sudah menjadi bukti bahwa klub serius melakoni kompetisi.

“Kalau klub memperkirakan kebutuhannya Rp 20 miliar, itu harus dibuktikan,” kata Johar.
Tuesday, 3 December 2013
Egi Melgiansyah menampik kabar yang mengatakan bahwa dirinya telah bergabung dengan Persija Jakarta. "Belum, mungkin baru besok," ujar gelandang berusia 23 tahun, ditemui di Kantor PSSI dalam acara pelepasan Timnas U-23 berlaga di SEA Games XXVII/2013 Myanmar.
Mantan pemain Pelita Jaya mengakui, pihaknya memang telah melakukan komunikasi dengan manajemen Persija Jakarta. Namun, sampai saat ini belum ada kesepakatan.
Menurut Egi Melgiansyah, bermain di Persija Jakarta merupakan prioritas. Sebab, dia bisa lebih dekat dengan keluarga yang tinggal di Sawangan, Depok.
“Persija jadi prioritas, supaya bisa lebih dekat dengan keluarga. Yang jelas, saya baru berkomunikasi dengan mereka,” tuturnya.
Monday, 2 December 2013
Gustavo Lopez menjadi harapan terakhir Arema Cronus untuk memenuhi kuota tim. Tapi, peluang Gustavo lepas dari genggaman Arema Cronus masih terbuka.

Selama ini antara manajemen dan mantan pemain Persela Lamongan itu baru terjalin komunikasi.

Informasi yang dihimpun Surya Online, Gustavo sudah deal harga dengan manajemen Arema Cronus. Pemain asal Argentina ini akan berangkat ke Malang pada 5 Desember 2013 nanti. Diperkirakan Gustavo sudah tiba di Malang pada 9 Desember 2013.

Meskipun sudah ada nominal harga yang disetujui, peluang Gustavo lepas tetap terbuka. Klub lain masih berpeluang merebut Gustavo dari genggaman Singo Edan.

CEO Arema Cronus, Iwan Budianto mengibaratkan kepastian bergabungnya Gustavo seperti pengantin. Menurutnya, sebelum ada janur kuning melengkung di depan rumah, semua orang masih berpeluang merebut hati calon pengantin.

“Tandatangan itu ibarat janur kuning didepan rumah pengantin. Jadi, sekarang saya belum bisa berbicara banyak,” kata Iwan kepada Surya Online (Tribun Network), Senin (2/12/2013).

Gustavo menjadi andalan terakhir tim kebanggaan Aremania ini untuk mengisi satu slot pemain asing. Sebelumnya, manajemen sempat akan menjajal Guy Bwele memperkuat Arema Cronus.
Saturday, 30 November 2013
Manajer Persija Jakarta Ferry Paulus mengaku tengah melakukan negosiasi tahap akhir dengan empat pemain bidikannya selama ini.

Meski belum mau menyebutkan identitasnya, satu di antaranyamulai terkuak. Nama Dany Saputra sempat dilontarkan Ferry Paulus di sela-sela peluncuran jersey Persija di Pekan Raya Jakarta, Kamis (28/11/2013).

"Egi sudah bersedia untuk bergabung. Selanjutnya kami akan segera mendatangkan Dany Saputra dan dua pemain asal Papua," kata Ferry Paulus.

Pemain asal Mojokerto Putra ini diproyeksi menggantikan posisi Johan Ahmad Alfarizi yang memilih kembali memperkuat Arema Indonesia.

Dany sempat menjalani seleksi Timnas Indonesia U-23 proyeksi SEA Games Myanmar 2013. Namun, bek berusia 22 tahun itu kalah bersaing dengan Diego Michiels dan Ronny Beroperay.
Friday, 15 November 2013
Kelompok suporter Persija di Kalimantan yang tergabung dalam JaKaltim mengikuti gelaran Trofeo Suporter Indonesia, pekan lalu. Meski belum dapat meraih juara, namun gelaran tersebut akan menjadi agenda rutin dan dikelola secara profesional.

Gelaran acara ini diikuti oleh tiga tim yang mewakili masing-masing suporter besar di Indonesia, Aremania di wakili oleh Aremania0541, Jakmania diwakilkan oleh JaKaltim, dan tentunya tuan rumah sendiri yaitu Pusamania.

JaKaltim sendiri berkesempatan dalam trofeo supporter yang pertama ini. Seakan tidak mau kalah dengan peserta yang lainnya, JaKaltim FC menjadikan gelaran ini adalah event nasional.
Persiapan pun dilakukan selama sebulan untuk seleksi pemain dan mencari sponsor untuk mendanai kegiatan tim JaKaltim FC. Bahkan perwakilan suporter Persija ini menggelar jumpa pers kepada wartawan lokal di Samarinda.

"Sebetulnya kami mencoba memainkan khayalan selama menjadi suporter untuk di aplikasikan dalam tim ini. Kami buat seprofesional mungkin mulai serius mencari sponsor hingga pelatihan rutin untuk kesiapan tim," kata pelatih Jakaltim, Nopri Hatenemy seperti dikutip dari Jakonline.

Dalam even tersebut, Jakaltim sukses menggaet dua sponsor sekaligus untuk mendanai tim mereka. Dan untuk jersey yang dikenakan JaKaltim FC memakai jersey latihan Persija Jakarta musim 2013 (warna putih).
Meski demikian Jakaltim menjadi tim paling buncit setelah menelan dua kekalahan 1-2 dari Aremania0541 dan dilibas 0-6 oleh tuan rumah Pusamania.

"Kami sudah menunjukkan peforma terbaik kami saat laga pertama. Tapi setelah itu pemain kami tampak gugup dan kehilangan konsentrasi," ujar Nopri.
Thursday, 14 November 2013
Pelan tapi pasti, operasi senyap yang dilakukan oleh manajemen Arema Cronous membuahkan hasil, dua pemain sudah secara resmi dikontrak meskipun bukan nama baru.

Pemain yang pertama adalah Thiery Gathuessi. Ssok yang punya kecepatan di lini belakang ini memperpanjang kontraknya di Arema Indonesia. Pemain yang musim lalu tampil selama 2.539 menit itu dianggap salah satu pilar berkualitas di lini belakang Arema untuk mengarungi kompetisi musim depan.

"Kayaknya gitu, karena Gathuessi memang ingin bertahan di Arema," kata Ratna Mustika, agen Thiery Gathuessi kepada Wearemania.net.

Pemain kedua yang bergabung dengan Arema adalah Arif Suyono. Keceng, julukan pemuda asli Batu ini bukan pemain baru di Arema. Sebab, kiprahnya lekat dengan Singo Edan dari 2005 hingga 2009. Petualangan Arif yang dilanjutkan di Sriwijaya dan Mitra Kukar berujung kepada kembalinya dia ke Arema.

"Insya Allah Gathuessi dan Arif Suyono di Arema," kata media officer Arema Indonesia Sudarmaji.
MALANG -- Hampir genap 10 hari Pablo Dante Azcurra mengikuti proses seleksi dalam sesi latihan Arema, namun nasibnya masih digantung manajemen. Nasib playmaker asal Argentina itu kabarnya akan tampak jelas dalam minggu ini saat manajemen Arema merilis keputusannya.

Tim pelatih yang dipimpin oleh Joko 'Getuk' Susilo telah mengantongi rapor Pablo selama ikut sesi latihan dan dua laga uji coba. Menurut Getuk, kebutuhan tim Arema sangat berpengaruh terhadap keputusan tim pelatih dan manajemen nantinya jadi mengontrak Pablo atau tidak.

"Dalam proses perekrutan pemain, kita selalu perhatikan kebutuhan tim," kata striker legendaris Arema era Galatama ini kepada Wearemania.net.

Saat ini skuat Singo Edan memang miskin gelandang setelah mundurnya Egi Melgiansyah dan Dedi Kusnandar. Namun kabar masuknya dua gelandang baru muka lama turut mempengaruhi proses eksekusi nasib Pablo nantinya.

"Kalau dirasa butuh di posisi itu ya kita kontrak. Ini sebagai antisipasi agar tak ada pemain yang menumpuk di satu posisi," tuturnya.

Indikasi dicoretnya Pablo kian merebak lantaran Arema masih menggantung nasib pemain 27 tahun itu. Minggu ini tim pelatih akan segera menyerahkan rapor penampilan Pablo dan akan diumumkan hasilnya oleh manajemen Arema dalam rilis resmi.
Wednesday, 2 October 2013
MALANG -- Keputusan PSSI memberhentikan Indonesian Premier League (IPL) dan menggagas format baru membuat klub kontestan IPL berang. Arema IPL menilai sikap PSSI itu arogan dan tidak masuk akal karena kompetisi IPL sejak semula disepakati berjalan hingga tuntas.

“PSSI arogan dan penghentian IPL tak masuk akal,'' kata Manajer Arema IPL, Harrys Fambudi, seperti dikutip Bolaindo.

''Sebelumnya PSSI member sanksi kepada tim yang kalah WO (walk over),'' kata Harrys ''Sekarang kompetisinya yang dihentikan.''

PSSI memunculkan keputusan mengejutkan pada akhir pekan lalu terkait penghentian kompetisi IPL. Bahkan, muncul wacana format baru yang hanya mengakomodir 11 tim saja.

Arema IPL menilai sikap PSSI tersebut tidak berdasar pada kesepakatan dengan AFC dan PSSI.

Dia membeberkan perihal kesepakatan alias Memorandum of Understanding (MoU) dalam kongres tahunan PSSI beberapa waktu lalu. Semua pihak telah menyetujui bahwa IPL bakal tetap berlanjut hingga akhir musim walau pengelolaan dinilai sangat buruk.

Seharusnya, kata Harrys, PSSI terlebih dulu melibatkan AFC dan FIFA sebelum memutuskan menghentikan IPL.

“Keputusan PSSI soal penghentian liga otomatis batal demi hukum. PSSI tidak bisa menghentikan kompetisi atau mengubah format kompetisi seenaknya sendiri,” cetus Harrys.
Friday, 13 September 2013
MALANG - Runner up Liga Super Indonesia (LSI) 2012/2013 yang sudah digenggam Arema Cronous masih belum aman.

Federasi sepakbola dunia, FIFA mengurangi poin yang sudah dikantongi Singo Edan dari 66 poin menjadi 63 poin.

Pengurangan tiga poin ini akibat dosa Singo Edan pada 2010 lalu. Sebagaimana dilansir dari website resmi PT Liga Indonesia (PT LI), pengurangan tiga poin ini berdasar surat PSSI nomor 1825/UDN/1017/IX-2013 tertanggal 10 September 2013 tentang implementasi Keputusan Komisi Disiplin FIFA serta circulars dari FIFA.

Dalam surat ini disebutkan pengurangan poin terkait permasalahan mantan pemain Arema, Jean Landry Poulangoye.

Pemain berkebangsaan Gabon dan Perancis ini bergabung di Singo Edan di musim 2009/2010.

Manajemen mendepaknya sebelum kontrak Landry berakhir karena penampilannya kurang memuaskan.

Tak terima didepan dari tim kebanggaan Aremania, Landry melapor ke FIFA. FIFA baru mengambil keputusan kasus ini tiga tahun kemudian.

Selain pengurangan poin, FIFA juga mendenda Singo Edan sebesar CHF 5000 atau setara Rp 61 juta lebih.

FIFA pun minta Arema Cronous segera membayar denda ini.
Bila tidak membayar denda sesuai waktu yang ditentukan, Singo Edan terancam turun kasta di musim depan.

Bukan hanya Arema Cronous yang kena sanksi bila tidak membayar denda tersebut.

“Kami harus mengimplementasikan keputusan ini. Bila PSSI tidak menjalankan, FIFA akan memberikan hukuman kepada Indonesia berupa tidak dapat ikut serta dalam seluruh kompetisi FIFA,” kata Joko Driyono, CEO PT LI.

PSSI sudah menjalankan keputusan dari FIFA tersebut.
Setelah menang 1-2 dari Persidafon Dafonsoro, Rabu (11/9/2013) lalu, seharusnya Arema Cronous mengantongi 66 poin. Tapi dalam website resmi PT LI, Arema Cronous baru mengantongi 63 poin.

Media Officer Arema Cronous, Sudarmaji mengungkapkan
manajemen sudah menerima surat dari FIFA, Kamis (12/9/2013).

Surat yang diterima manajemen sama dengan surat yang diterima PSSI.

Menurutnya, manajemen belum mengambil sikap setelah keluarnya keputusan FIFA tersebut, banding atau membayar denda.

“Kami masih membahas masalah ini. Sementara kami sedang fokus di sisa kompetisi,” kata Sudarmaji, Jumat (13/9/2013).

Arema Cronous masih memiliki satu laga di Liga Super Indonesia (LSI) 2012/2013. Arema Cronous bakal menantang Persiram Rajaampat, Minggu (15/9/2013). Dengan pengurangan poin ini, anak asuh Rahmad Darmawan (RD) tidak santai berhadapan dengan Persiram.
Thursday, 12 September 2013
JAYAPURA--Tuan rumah Persidafon Dafonsoro ditaklukkan oleh tamunya Arema Cronous 1-2 dalam lanjutam Liga Super Indonesia di stadion Barnabas 'Bas' Jouwe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (11/9).

Asisten Pelatih Persidafon Erens Pahelerang ketika dihubungi mengatakan sebenarnya pada babak pertama timnya unggul terlebih dahulu lewat gol Yohanis Nabar. "Tetapi di awal babak kedua gol bunuh diri Izak Wanggai akhirnya menyamakan skor 1-1 bagi tim tamu," kata Erens.

Gol kemenangan anak asuh Rahmad Darmawan itu diciptakan lewat Christian Gonzales. "Saya lupa gol Gonzales di menit keberapa. Tapi dengan hasil ini sudah pasti Persidafon turun kasta," kata Erens.

Sebelumnya pelatih kepala Persidafon Dafonsoro Agus Yuwono mengatakan timnya siap memetik poin saat menjamu Arema Cronous. "Arema tim yang besar dan kuat, tapi kami yakin bisa dapatkan poin dari mereka," kata Agus Yuwono beberapa saat sebelum pertandingan.

Dengan hasil tersebut, sudah bisa dipastikan bahwa Tim "Gabus Sentani" akan terlempar ke Divisi Utama pada musim berikutnya. Tim kebanggaan warga Sentani, Kabupaten Jayapura itu berada di posisi dua terbawah klasemen LSI dengan poin 30 dan masih menyisahkan satu pertandingan kandang.

Saturday, 7 September 2013
JAKARTA -- Suporter Arema Cronous, Aremania, selalu menyaksikan pertandingan tim kesayangannya di Stadion Kanjuruhan Malang. Total pendapatan yang diraih dari tiket pun mencapai Rp 10 Miliar.

Dalam pertandingan antara Arema Cronous menghadapi Persiba Balikpapan, Kamis (5/9), hanya 20 ribu penonton yang hadir di stadion Kanjuruhan. Tidak maksimalnya jumlah penonton diakibatkan laga digelar pada jam kerja.

Dalam 17 pertandingan kandang Arema musim ini, total ada 429.830 suporter yang memadati tribun stadion dengan rata-rata 25.284 suporter di tiap pertandingan.

Pertandingan melawan Sriwijaya FC (24/2) menjadi pertandingan kandang dengan penonton terbanyak, yakni 40.002 orang. Sedangkan laga melawan Persiwa Wamena menjadi yang paling sedikit dihadiri penonton, yakni hanya 9.142 orang.

Jika dihitung secara kasar, maka total pendapatan Arema Cronous adalah Rp.10.745.750.000. Menurut Wearemania, hitungan kasar ini didapat dari hasil perkalian dengan asumsi satu tiket ekonomi dihargai Rp.25 ribu.

Jumlah penonton Arema Indonesia di laga home ISL 2013:

1. Arema vs Persidafon : 9.403
2. Arema vs Persiram : 29.591
3. Arema vs Mitra Kukar : 29.493
4. Arema vs Persisam : 25.038
5. Arema vs Sriwijaya FC : 40.002
6. Arema vs Pelita Bandung Raya : 20.498
7. Arema vs Persepam : 26.025
8. Arema vs Persela : 32.811
9. Arema vs Persipura : 32.816
10. Arema vs Persiwa : 9.142
11. Arema vs Persib : 34.347
12. Arema vs Persita : 13.387
13. Arema vs Persegres : 22.467
14. Arema vs Persija : 39.493
15. Arema vs PSPS : 12.229
16. Arema vs Barito : 33.001
17. Arema vs Persiba : 20.087

Search

Vote

Label Cloud

Flash Labels by Way2Blogging

K-Vision

Sponsor

Sponsor