Powered by Blogger.
Persib Bandung Vs Persija Jakarta | 08 May 2014 | Live RCTI dan K-Vision
Showing posts with label TimNas U-19. Show all posts
Showing posts with label TimNas U-19. Show all posts













Pertandingan Persahabatan sekaligus pemanasan antara Tim Nasional Indonesia U19 Vs Tim Nasional Myanmar U-19. Hasil Akhir 1-1. laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta


Friday, 20 December 2013
BANDUNG - PSSI Jabar mengutip uang pendaftaran Rp 200 ribu untuk seleksi pemain timnas U-19.
Seleksi timnas U-19 di Jabar ini diselenggarakan 14 hingga 22 Desember 2013.

Sebagaimana diketahui, saat ini PSSI Jabar tengah melakukan seleksi terhadap 300 pemain menuju timnas U-19 yang diselenggarakan 14 hingga 22 Desember 2013.

Jumlah tersebut akan mengerucut menjadi 30 pemain dan selanjutnya akan dipantau langsung oleh pelatih timnas U-19, Indra Sjafri.

Pihak PSSI Jabar mengakui bahwa dalam proses seleksi pemain timnas U-19 pihaknya memang memberlakukan biaya pendaftaran. Wakil Ketua Bidang IV, Papat Yunisal mengatakan, sebagai penyeleggara seleksi U-19, biaya pendaftaran itu bukanlah sebagai pungutan melainkan untuk biaya yang sepenuhnya akan diberikan untuk pemain sendiri.

"Uang itu dipergunakan misalnya untuk kaus tim seleksi yang khusus untuk seleksi timnas, piagam penghargaan dan lain-lain," kata Papat.(set/tribun jabar)
BANDUNG - Pelatih tim nasional U-19, Indra Sjafri mengancam akan menolak proses seleksi pemain timnas U-19 asal Jawa Barat (Jabar). Hal ini sebagai buntut adanya pungutan atau uang pendaftaran kepada pemain seleksi yang digelar di kota dan kabupaten Jabar.

Hal itu diungkapkan oleh Indra saat dikonfirmasi wartawan terkait adanya biaya pendaftaran sebesar Rp 200 ribu oleh pihak PSSI Jabar terhadap setiap pemain yang diseleksi.  

Indra menegaskan, dia sangat tidak setuju dengan adanya biaya pendaftaran untuk seleksi pemain U-19 di Jabar. Menurutnya, seleksi pemain timnas U-19 merupakan hak setiap warga negara Indonesia tanpa terkecuali.

Indra tidak membantah bahwa dirinya sudah diberitahu terkait dengan proses seleksi yang digelar PSSI Jabar itu.

"Iya konfirmasi seleksi itu memang sudah ada ke saya, tapi enggak ada yang bayar karena seleksi itu hak semua pemain. Saya sangat tidak setuju kalau dipungut biaya. Saya enggak akan datang di seleksi itu. Kalau murni tanpa bayar saya mau, kasihan pemainnya kalau harus bayar," kata Indra.

Indra sangat mengharapkan konsentrasi semua pihak tidak terpecah dengan adanya isu ini, sebab saat ini pasukannya sudah matang terbentuk. Dalam kurun dua tahun ke depan dirinya akan berkonsentrasi penuh mengelola timnas U-19.

"Kalau mau bicara U-19 sekarang sudah telat, paling dua tahun ke depan lagi baru ada," katanya.
Friday, 22 November 2013
JAKARTA -- Permainan Timnas Indonesia U-19 di turnamen Piala AFF dan kualifikasi Piala AFC yang lalu sungguh luar biasa. Mental bermain Evan Dimas dkk terlihat sangat kuat meski melawan musuh yang memiliki postur rata-rata lebih besar dari Indonesia. Ternyata, salah satu rahasia kuatnya mental Timnas U-19 adalah adanya 'pencucian otak' oleh para staf pelatih.
"Kami memberikan penekanan khusus tentang bagaimana mereka harus bermain. Artinya hal ini tentang kemampuan berpikir mereka. Otak memiliki peranan penting dalam proses ini," kata pelatih menta Timnas U-19, Guntur Cahyo Utomo, kepada ROL akhir pekan lalu di Jakarta.

"Bisa dikatakan kita melakukan brain washing. Kami tekankan semua karena sepak bola. Makan karena sepak bola, mandi karena sepak bola, belajar karena sepak bola, nonton karena sepak bola. Hal ini agar mereka berpikir total tentang sepak bola," tambahnya.

Guntur menjelaskan, apabila jika para pemain telah berpikir semua adalah mengenai sepak bola, maka mereka bisa mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. 

Akan tetapi di dalam pelaksanannya, lanjut Guntur, ada hambatan yang menjadi penghalang pelatihan mental punggawa tim Garuda Jaya, yaitumental block. "Mereka (para pemain) menganggap dirinya tak mampu. Ada blocking-blocking di kepala mereka, yang menganggap diri mereka tidak mampu. Mereka menggangap diri mereka inferior," kata Guntur

Namun, berkat mental training dan pendekatan emosional yang diterapkan, tim pelatih Timnas U-19 akhirnya berhasil membentuk sedikit demi sedikit mental para pemain. Dampaknya, tersuguhlah sebuah permainan ciamik dari timnas U-19 di ajang Piala AFF dan kualifikasi Piala AFC.
ZURICH — Badan Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) secara tersirat mengakui Indonesia pernah tampil di Piala Dunia. Di berita berjudul ‘Brazilian masterminds Indonesia rise' atau (orang Brasil di balik meningkatnya performa timnas Indonesia), FIFA menempatkan Indonesia sebagai negara pertama Asia yang bisa tampil di Piala Dunia 1938. 
 
Ketika itu, tim Hindia-Belanda yang dianggap representasi dari Indonesia langsung tersingkir di babak awal setelah dipecundangi Hungaria, 0-6. Prancis yang bertindak sebagai tuan rumah disingkirkan Italia di perempat final dengan skor 1-3. Gli Azzurri akhirnya terus melaju dan menundukkan Hungaria, 4-2 hingga menjadi juara untuk pertama kalinya. 
 
(The first Asian team to have participated in a FIFA World Cup™, at France 1938, Indonesia now find themselves struggling to qualify for their continental finals) Tim Asia pertama yang telah berpartisipasi di Piala Dunia di Prancis tahun 1938, Indonesia sekarang tengah berjuang untuk lolos dari kualifikasi ke babak final kompetisi benua (Piala Asia 2015),” demikian pernyataan laman resmi FIFA benua mereka.
 
Entah mengapa, meski performa Garuda Indonesia di level internasional masih melempem, FIFA menganggap pelatih Jacksen Ferreira Tiago sebagai orang di balik peningkatan performa timas. Padahal, Boas Salosa dan kawan-kawan sudah tersingkir dari kualifikasi Piala Asia 2015, setelah dikalahkan Cina dan Irak secara beruntun.
Tuesday, 29 October 2013
JAKARTA - Salah satu bintang Timnas U19 Muhammad Hargianto memiliki asa membela klub besar di Tanah Air. Dalam jenjang karier profesionalnya nanti, ia berharap bisa membela Persija Jakarta maupun Persipura Jayapura.

"Saat ini masih fokus ikut pelatnas jangka panjang Timnas U19. Tapi, saya berharap suatu saat nanti bisa memperkuat Persija atau Persipura," ungkap Hargianto.

Penampilan gemilang saat membela Timnas U-19 di gelaran Piala AFF U-19 dan Kualifikasi Piala Asia U-19 membuat nama Hargianto melambung. Namun, ia tidak mau terlena dengan popoularitasnya saat ini. Sebagai pesepak bola kelahiran Jakarta, Hargianto memang mengidolai Persija sejak kanak-kanak.

Sama seperti sebagian talenta muda Persija lainnya, Hargianto merupakan salah satu binaan Diklat Ragunan, Jakarta. Sebagian besar talenta muda Macan Kemayoran seperti Andritany Ardhiyasa, Fahreza Agamal, dan Abduh Lestaluhu merupakan jebolan dari sekolah khusus olahraga Diklat Ragunan.

Penampilan gemilangnya bersama Garuda Muda yang sukses menjauarai Piala AFF U19 2013, tentu membuka peluang untuk bergabung dengan tim sekelas Persija. Namun, Hargianto masih minim jam terbang dan diminta fokus menjalani pelatnas jangka panjang di skuad Timnas U19. Usai memperkuat Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-19, pesepak bola 18 tahun itu kembali menimba ilmu di Diklat Ragunan. Hargianto juga akan kembali mengikuti pelatnas jangka panjang Timnas U19 mulai 9 November mendatang. Remaja yang awalnya bermimpi menjadi guru olahraga itu harus fokus menjalani pelatnas Garuda Muda.
Friday, 25 October 2013
* masih idealis nih bocah...tapi besok2 juga terkontaminasi..masalahnya dia masih muda
* negara memang penting tapi uang uang gak kalah penting kale
* Masih mudah ya idealislah, setelah besar dan tua ntar baru ngerti arti Realistis

JAKARTA – Kapten Timnas Indonesia U-19 Evan Dimas menegaskan bahwa dirinya telah menolak tawaran sebagai bintang iklan demi menjaga masa depan Timnas Indonesia U-19.

Dalam sebuah wawancara talk show di televisi nasional Kamis (24/10) malam, Evan Dimas ditanya soal penolakan terhadap tawaran iklan yang nilainya mencapai Rp300 juta.

Evan Dimas yakin, bukan hanya dirinya saja yang menolak tawaran iklan tapi juga rekan-rekan di Timnas Indonesia U-19 yang bernada sama tentang sikap tersebut.

Beberapa waktu lalu, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo menarik larangan tegasnya para pemain Timnas Indonesia U-19 tak boleh beriklan. Roy Suryo akhirnya memberi kelonggaran, “Iklan boleh tapi harus ramai-ramai (satu tim).”

Sikap tegas terhadap tawaran iklan itu senada dengan komando dari pelatih Indra Sjafri yang meminta anak-anak asuhannya untuk tetap fokus di pertandingan sepak bola.

Pelatih Indra Sjafri menyiapkan Evan Dimas, Hargianto, Ravi Murdianto, dan kawan-kawan Timnas Indonesia U-19 melalui babak final Piala AFC U-19 di Myanmar 2014 dengan sukses.

Kita berharap sikap Evan Dimas, Indra Sjafri tetap konsisten dan tak berubah, terutama dengan godaan-godaan yang datang di luar Timnas Indonesia U-19.

Kepentingan elit-elit pengurus PSSI, BTN (Badan Tim Nasional), dan sponsor tak merombak keyakinan dan sikap yang dilontarkan oleh Evan Dimas, “Semua butuh uang tapi negara lebih penting.”
Monday, 14 October 2013
Permainan memukau yang ditunjukkan Evan Dimas bersama Timnas Indonesia U19 tak pelak memantik ketertarikan banyak klub papan atas Indonesia. Salah satunya adalah Persija Jakarta yang dikabarkan menginginkan sang kapten Timnas Indonesia U19 ini untuk bergabung dengan tim Macan Kemayoran musim depan. Namun, Evan Dimas mengaku masih ingin fokus bersama Timnas Indonesia U19.

Evan Dimas memang baru saja mengantarkan skuat Garuda Muda merebut gelar juara Grup G dalam babak Kualifikasi AFC Cup U19 setelah mengalahkan tim kuat Korea Selatan dengan skor ketat 3-2. Ketiga gol Timnas Indonesia U19 semuanya diborong oleh Evan Dimas yang memang dikenal sebagai seorang gelandang yang haus gol.

Setelah melewati babak kualifikasi, Timnas Indonesia U19 harus segera bersiap untuk menyongsong putaran final AFC Cup U19 yang akan digelar di Myanmar pada tahun 2014 mendatang.

Oleh karena itu, Evan Dimas belum ingin memikirkan kemungkinan di mana ia akan bermain di kompetisi musim depan. Gelandang yang masih tercatat sebagai pemain Persebaya 1927 ini masih ingin menikmati keberhasilan Timnas Indonesia U19 sembari bersiap untuk menghadapi turnamen AFC Cup U19 tahun depan.

“Sejauh ini saya fokus ke Timnas Indonesia U19. Sekarang, saya ingin menikmati dulu momen keberhasilan mengantarkan Timnas Indonesia U19 ke putaran final Piala Asia 2014,” tandas Evan Dimas yang mengemas 9 gol untuk tim Garuda Jaya dalam dua event internasional ini.


Saturday, 12 October 2013
JAKARTA -- Sinar kebintangan Evan Dimas gelandang sekaligus kapten Timnas Indonesia U-19 ternyata tidak hanya menembus Asia Tenggara dan Asia saja. Pamornya ternyata sudah terdengar hingga Negeri Matador Spanyol.


Adalah Barcelona yang memperkenalkan Evan Dimas ke Spanyol. Situs resmi El Barca edisi bahasa Indonesia memuat artikel berjudul, 'Evan Dimas: Kapten Timnas U-19 Indonesia Berhati Blaugrana'. Artikel itu juga memajang foto gelandang yang baru saja mencetak hattrick ke gawang Korea Selatan pada laga terakhir kualifikasi Grup G Piala Asia 2014, Sabtu (12/10) malam.

“Evan Dimas, kapten tim nasional sepak bola U-19 yang mengantarkan Indonesia menjadi juara di AFF Cup U-19 adalah fans Barca dan melihat FC Barcelona sebagai cerminan dalam permainan sepak bolanya,” kata artikel tersebut.

Anak pasangan Condro Darmono dan Ana ini memang pernah mendapat kesempatan menimba ilmu di Barcelona. Tahun lalu, Evan Dimas mengungguli lebih dari 100 anak Indonesia dalam program yang diselenggarakan perusahaan perlengkapan olahraga asal Amerika Serikat, The Chance.
Kini langkah Evan Dimas melebarkan sayap di dunia sepak bola kian terbuka, setelah berhasil mengantarkan Timnas U-19 ke putaran final Piala Asia 2014. Dalam laga terakhir, Timnas U-19 secara heroik menggilas juara bertahan sekaligus juara 12 kali Piala Asia Korea Selatan dengan skorer 3-2. Kemenangan itu membuat Timnas U-19 menjadi juara grup dengan sembilan poin dari tiga laga.

Search

Vote

Label Cloud

Flash Labels by Way2Blogging

K-Vision

Sponsor

Sponsor