Powered by Blogger.
Labels
- AFF - U19 (5)
- AREMA FC (24)
- BARITO PUTERA (9)
- DELTRAS SIDOARJO (1)
- Gambar Persija (23)
- GRESIK UNITED (2)
- Inter Island Cup 2014 (16)
- Liga Super Indonesia (101)
- MITRA KUKAR (9)
- PELITA BANDUNG RAYA (2)
- Pemain Persija (10)
- PERSEBAYA (18)
- PERSELA LAMONGAN (15)
- PERSEMAN MANOKWARI (2)
- PERSEPAM-MU (5)
- PERSERU (2)
- PERSIB BANDUNG (45)
- PERSIBA BALIKPAPAN (6)
- PERSIDAFON (4)
- PERSIJA (188)
- PERSIJAP (1)
- PERSIK (1)
- PERSIK KEDIRI (4)
- PERSIPASI (6)
- PERSIPURA (7)
- Persiraja Banda Aceh (1)
- PERSIRAM RAJA AMPAT (5)
- PERSIS SOLO (2)
- PERSISAM PUTRA (9)
- PERSITA TANGERANG (8)
- PERSIWA WAMENA (3)
- PSAP Sigli (2)
- PSM Makasar (6)
- PSMS Medan (4)
- PSPS PEKAN BARU (2)
- PSS SLEMAN (1)
- SEMEN PADANG (6)
- SRIWIJAYA FC (21)
- Tentang Persija (2)
- TimNas Indonesia (16)
- TimNas U-19 (11)
- TimNas U-23 (4)
- World Cup 2014 (1)
Showing posts with label PSMS Medan. Show all posts
Showing posts with label PSMS Medan. Show all posts
Wednesday, 11 June 2014
HASIL ISL 2014 HARI INI :
-----------------------------
- Sriwijaya FC 1-1 Semen Padang
- Putra Samarinda 3-0 Persiba Bantul
KELASEMEN DAN JADWAL PERSIJA
---------------------------------------
Tuesday, 31 December 2013
Dualisme kepengurusan PSMS Medan lama merupakan pihak bertanggung jawab atas tunggakan gaji terhadap para pemain sebesar Rp5 miliar lebih. Penyelesaian utang-utang tersebut kini berada di tangan manajeen PSMS Medan saat ini untuk mengakomodasinya.
Ketua Umum PSMS Medan Muhammad Fauzi Nasution menegaskan, pihaknya tidak terkait dengan yang lama tentang persoalan tunggakan gaji. Namun, adanya itikad baik pihaknya untuk menyelesaikannya, sesuai saran PSSI. Pasalnya, kedua PT tersebut tak ada badan hukumnya yang mengikat. “Di situ kan tak ada PT yang lama diambil alih oleh pengurus yang baru, mana ikatan hukumnya . Ini kan sudah PT,” ungkapnya.
Namun, kata Fauzi walaupun tak ada kaitannya pihaknya sudah menyediakan dana untuk pemberian pemain dan pelatih sebatas tali asih. “Kalau berapa uangnya, ya nggak enak ya. Pastinya, kami akan berbicara dulu sama mereka,” tandas dokter spesialis bedah itu.
Lanjutnya, dimungkin dalam waktu depat ini mereka akan dipanggil untuk menyelesaikan secara ke keluargaan. Ini tak terlepas pada 12 Januari deadline yang diberikan PSSI. “Ya, PSSI melalui Pak Joko (Sekjen PSSI Joko Driyono) sudah menyarankan tak harus dibayar ke seluruhan, terpenting masih ada itikad pengurus baru tersebut,” tuturnya.
Ditambahkannya, selain menyelesaikan masalah persoalan gaji tersebut. Pihaknya juga sejalan untuk melakukan aspek legal kepada PSSI, pasalnya sampai sekarang belum ada pelegalan yang diberikan otoritas sepakbola Indonesia ini. “Ya ini sejalan kita kerjakan, tidak mungkin sudah dibayar tapi PSSI masih menganggap ini legal. Tapi, memang PSSI sudah merestui,” pungkasnya.
Sedangkan, soal tunggakan gaji dengan para pemain PSMS Medan lalu, ditegaskan Wakil Ketua Bidang Hukum PSMS Medan, Fadillah Hutri Lubis, tidak berkaitan dengan pengurus saat ini. Pasalnya, secara hukum pengurus barus tak ada yang terlibat. “Secara hukum pengurus baru PSMS ini tak ada sangkutpautnya. Karena yang punya utang itu pengurus yang sebelumnya, bukan yang sekarang. Terbukti yang utang itu ialah PT Armid Jaya dan PT Perintis Raya Sakti,” ungkapnya.
Menurutnya, kedua PT tersebutlah yang harus bertanggung jawab untuk membayar tunggakan gaji pemain maupun pelatih itu sendiri. Walaupun secara keorganisasian juga PSMS Medan. “Tapi, kalau kami lihat di rekening uang masuk yang diberikan PSSI ini sebagian rekening pribadi. Ya ini tak boleh, secara keorganisasian,” ujarnya.
Pernyataan Fadillah tersebut memang tertera dalam surat yang diterbitkan PT Liga Indonesia nomor 1315/LIGA/XII/2013 tentang konfirmasi utang kontribusi komersial ISL 2011/2012 PSMS Medan. Poin kedua tentang realisasi pembayaran oleh PT Liga Indonesia kepada klub tercatat dana dikirimkan ke rekening bukan atas nama PT maupun klub, melainkan kerekening pribadi atas nama Idris dengan total Rp510.000.000. Serta transfer kerekening hotel di Samarinda sebesar Rp60.596.000.
Lebih lanjut, dari laporan PSSI kedua PT tersebut belum membayar sebanyak 30 pemain dan termasuk pelatih dengan total uang Rp5. 258.944.331. Namun, pihak pengurus baru ini mempunyai iktikad akan dibayar secara ke keluargaan. “Pengurus ini mempunyai rasa toleransi kepada pemain dan pelatih sebelumnya, lalu pengurus beri tali asih. Uang tali asih diberikan tidak sekali saja,” tuturnya.
Ditambahkannya, tidak menutup kemungkinan pemberian tali asih itu dilakukan secara bertahap kepada 30 pemain dan pelatih. Pasalnya, walaupun tak ada kaitannya terhadap pengurus baru ini tetap diberikan. “Ya, secepatnya pengurus akan memberikan tali asih ini untuk tunggakan gaji pemain dan pelatih”.
Ketua Umum PSMS Medan Muhammad Fauzi Nasution menegaskan, pihaknya tidak terkait dengan yang lama tentang persoalan tunggakan gaji. Namun, adanya itikad baik pihaknya untuk menyelesaikannya, sesuai saran PSSI. Pasalnya, kedua PT tersebut tak ada badan hukumnya yang mengikat. “Di situ kan tak ada PT yang lama diambil alih oleh pengurus yang baru, mana ikatan hukumnya . Ini kan sudah PT,” ungkapnya.
Namun, kata Fauzi walaupun tak ada kaitannya pihaknya sudah menyediakan dana untuk pemberian pemain dan pelatih sebatas tali asih. “Kalau berapa uangnya, ya nggak enak ya. Pastinya, kami akan berbicara dulu sama mereka,” tandas dokter spesialis bedah itu.
Lanjutnya, dimungkin dalam waktu depat ini mereka akan dipanggil untuk menyelesaikan secara ke keluargaan. Ini tak terlepas pada 12 Januari deadline yang diberikan PSSI. “Ya, PSSI melalui Pak Joko (Sekjen PSSI Joko Driyono) sudah menyarankan tak harus dibayar ke seluruhan, terpenting masih ada itikad pengurus baru tersebut,” tuturnya.
Ditambahkannya, selain menyelesaikan masalah persoalan gaji tersebut. Pihaknya juga sejalan untuk melakukan aspek legal kepada PSSI, pasalnya sampai sekarang belum ada pelegalan yang diberikan otoritas sepakbola Indonesia ini. “Ya ini sejalan kita kerjakan, tidak mungkin sudah dibayar tapi PSSI masih menganggap ini legal. Tapi, memang PSSI sudah merestui,” pungkasnya.
Sedangkan, soal tunggakan gaji dengan para pemain PSMS Medan lalu, ditegaskan Wakil Ketua Bidang Hukum PSMS Medan, Fadillah Hutri Lubis, tidak berkaitan dengan pengurus saat ini. Pasalnya, secara hukum pengurus barus tak ada yang terlibat. “Secara hukum pengurus baru PSMS ini tak ada sangkutpautnya. Karena yang punya utang itu pengurus yang sebelumnya, bukan yang sekarang. Terbukti yang utang itu ialah PT Armid Jaya dan PT Perintis Raya Sakti,” ungkapnya.
Menurutnya, kedua PT tersebutlah yang harus bertanggung jawab untuk membayar tunggakan gaji pemain maupun pelatih itu sendiri. Walaupun secara keorganisasian juga PSMS Medan. “Tapi, kalau kami lihat di rekening uang masuk yang diberikan PSSI ini sebagian rekening pribadi. Ya ini tak boleh, secara keorganisasian,” ujarnya.
Pernyataan Fadillah tersebut memang tertera dalam surat yang diterbitkan PT Liga Indonesia nomor 1315/LIGA/XII/2013 tentang konfirmasi utang kontribusi komersial ISL 2011/2012 PSMS Medan. Poin kedua tentang realisasi pembayaran oleh PT Liga Indonesia kepada klub tercatat dana dikirimkan ke rekening bukan atas nama PT maupun klub, melainkan kerekening pribadi atas nama Idris dengan total Rp510.000.000. Serta transfer kerekening hotel di Samarinda sebesar Rp60.596.000.
Lebih lanjut, dari laporan PSSI kedua PT tersebut belum membayar sebanyak 30 pemain dan termasuk pelatih dengan total uang Rp5. 258.944.331. Namun, pihak pengurus baru ini mempunyai iktikad akan dibayar secara ke keluargaan. “Pengurus ini mempunyai rasa toleransi kepada pemain dan pelatih sebelumnya, lalu pengurus beri tali asih. Uang tali asih diberikan tidak sekali saja,” tuturnya.
Ditambahkannya, tidak menutup kemungkinan pemberian tali asih itu dilakukan secara bertahap kepada 30 pemain dan pelatih. Pasalnya, walaupun tak ada kaitannya terhadap pengurus baru ini tetap diberikan. “Ya, secepatnya pengurus akan memberikan tali asih ini untuk tunggakan gaji pemain dan pelatih”.
Labels:PSMS Medan | 0
comments
Tuesday, 24 December 2013
Berdiri: 1950Alamat: Komplek Dr. T.D. Pardede, Jl. Binjai Km 10,8 Indonesia
Telepon: +62 (0) 61 847 7795
Faksimile: +62 (0) 61 847 7795
Ketua: Dzulmi Eldin
Direktur: Idris SE
Stadion: Teladan
Asal Usul Sejarah PSMS MEDAN Secara Singkat
Persatuan Sepak Bola Medan Sekitarnya atau biasa disingkat PSMS Medan adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Medan, Sumatera Utara.
PSMS Medan saat ini bermain di Liga Super Indonesia Liga Indonesia.
PSMS Medan dirikan pada tanggal 21 April 1950.
Meski demikian sejak tahun 1930 telah berdiri klub Medansche Voetbal Club (MSV) yang diyakini merupakan embrio PSMS.
Sejak dahulu kota Medan dikenal dunia oleh karena perkebunan tembakau Delinya.
Tak heran bahwasannya logo PSMS berupa "daun" dan "bunga tembakau Deli".
PSMS Medan dikenal dengan tipe permainan khas rap-rap yakni sepak bola yang berkarakter keras, cepat dan ngotot namun tetap bermain bersih menjunjung sportivitas.
Inilah yang kerap ditunjukkan oleh tim berjuluk "Ayam Kinantan" ini.
Menjelang digelarnya Liga Super Indonesia pada 12 Juli 2008, tim ini masih dipayungi dengan polemik internal antar pengurus tim dengan pihak pengelola yang mencuatkan pengunduran diri PSMS Medan dari ajang LSI 2008 di mana akhirnya pada tanggal 10 Juli 2008 Badan Liga Indonesia memutuskan untuk tetap mengikutsertakan PSMS Medan mengikuti ajang Liga Super Indonesia meski harus menggunakan Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta pada paruh musim pertama setelah pihak pengelola setuju memberi kompensasi sebesar Rp. 2,5 miliar sebagai dana renovasi infrastruktur Stadion Teladan, Medan.
PERPECAHAN DUA KUBU
PSMS Liga Super Indonesia & PSMS Liga Prima Indonesia mengawali musim baru 2011
kekacauan terjadi di Manajemen PSSI yang turut mempengaruhi keikutsertaan PSMS di liga indonesia.
Terpecahnya kompetisi di indonesia menjadi dua yaitu Liga Super Indonesia dan Liga Primer Indonesia membuat manajemen PSMS ikut membagi dua tim untuk mengikuti kedua kompetisi ini.
PSSI yang mengusung Liga Prima Indonesia mengikutsertakan PSMS Medan sebagai salah satu anggota tim Liga Prima Indonesia karena dianggap sebagai tim yang memiliki sejarah kuat dalam sepakbola indonesia.
Sementara PT. LIGA INDONESIA memilih PSMS sebagai satu dari empat tim pengganti setelah Persiraja Banda Aceh, Persijap Jepara, Semen Padang FC, dan Persiba Bantul memilih mengikuti Liga Prima Indonesia.
PSMS Medan dipersiapkan untuk mengikuti Liga Super Indonesia sementara PSMS IPL dipersiapkan untuk mengikuti Liga Primer Indonesia bersama tiga tim pengganti lainnya yaitu Gresik United, Persiram Raja Ampat dan Persidafon Dafonsoro.
PSMS di bawah kendali Idris tetal ikut di Indonesia Super League (ISL),
sementara PSMS di bawah kendali Freddy Hutabarat ikut di Indonesia Premier League (IPL).
SUPORTER
PSMS Medan memiliki kelompok pendukung yang bernama "SMeCK Hooligan" (Supporter Medan Cinta Kinantan Hooligan) yang terbentuk pada 30 September 2003.
Selain itu ada juga PSMS Medan Fans Club (PFC) yang selain mendukung PSMS di Stadion Teladan Medan, mereka juga ikut memberikan dukungan kepada tim yang terbentuk 30 April 1950 itu kala bertandang ke Pulau Jawa.
Kampak FC juga merupakan salah satu klub suporter pendukung pertama yang dimiliki PSMS Medan, meski kini dengan massa yang paling sedikit.
PRESTASI DI PERSERIKATAN
- 1954 - Runner-up, kalah dari Persija Jakarta
- 1957 - Runner-up, kalah dari PSM Ujungpandang (sekarang PSM Makassar)
- 1967 - Juara, mengalahkan Persebaya Surabaya
- 1971 - Juara, mengalahkan Persebaya Surabaya
- 1975 - Juara bersama, dengan Persija Jakarta
- 1983 - Juara, mengalahkan Persib Bandung
- 1985 - Juara, mengalahkan Persib Bandung
- 1992 - Runner-up, kalah dari PSM Ujungpandang
PRESTASI DI LIGA INDONESIA
- 1994/1995 - Peringkat ke-9 Divisi Utama Wilayah Barat
- 1995/1996 - Peringkat ke-11 Divisi Utama Wilayah Barat
- 1996/1997 - Peringkat ke-10 Divisi Utama Wilayah Tengah
- 1997/1998 - Peringkat ke-1 Divisi Utama Wilayah Tengah (Liga dihentikan)
- 1998/1999 - Semifinalis Divisi Utama ( Juara Grup A, Peringkat ke-2 Grup Q Babak 10 Besar)
- 1999/2000 - Babak 8 Besar Divisi Utama (Peringkat ke-4 Wilayah Barat)
- 2001 - Semifinalis Divisi Utama (Juara Wilayah Barat, Juara Grup Barat Babak 8 Besar)
- 2002 - Peringkat ke-11 Divisi Utama (Degradasi)
- 2003 - Divisi Satu, Peringkat ke-2 (Juara Grup A)
- 2004 - Peringkat ke-7 Divisi Utama
- 2005 - Peringkat ke-4 Divisi Utama (Peringkat ke-4 Wilayah Barat, Peringkat ke-2 Grup Timur Babak 8 Besar)
- 2006 - Peringkat ke-5 Wilayah Satu
- 2007 - Runner-up
- 2008 - degardasi ke divisi utama
- 2010 - Masuk 8 Besar Divisi Utama (sehingga masuk ke Liga Super)
- 2011/2012 - Kembali terdegradasi ke Divisi Utama (PSMS ISL dan PSMS IPL)
- 2005 - Juara ke-4 Copa Dji Sam Soe
PRESTASI LAIN
- 2005 - Juara Pertama Piala Emas Bang Yos II (14 Februari 2005), di final mengalahkan tim asal Singapura Geylang United FC dengan skor 5-1.
- 2005 - Juara Pertama Piala Emas Bang Yos III (17 Desember 2005), di final mengalahkan Persik Kediri dengan skor 2-1.
- 2006 - Juara Pertama Piala Emas Bang Yos IV(16 Desember 2006), di final mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 4-2 (1-1) melalui drama adu pinalti dan PSMS Medan dinobatkan sebagai pemilik abadi Piala Emas Bang Yos.
- 2008 - Babak 16 Besar AFC Cup
- Ada kekurangan atau ada yang ingin menambahkan silahkan di bagian Komentar.
Labels:PSMS Medan | 0
comments
Tuesday, 17 December 2013
Guna memapas problem traumatik pemain, imbas tak bergaji musim lalu, Ketua Umum PSMS Medan Fauzi Nasution, sudah menyiapkan uang pangkal.
Fulus sebesar Rp 2 miliar disiapkan untuk tiga bulan pertama sejak fase pembentukan tim. Uang tersebut dikonversi untuk kucuran kontrak pemain,
pelatih, dan pembiayaan training camp (TC). Efisiensi juga diberlakukan demi menyeimbangkan pengeluaran dengan pemasukan klub.
"Saya sudah katakan bahwa dana awal hanya untuk persoalan teknis pembentukan tim. Jadi, di luar itu saya tidak akan keluarkan uang. Untuk sementara, pengurus tak akan digaji. Namun, kegiatan pengurus yang berhubungan dengan PSMS akan kami fasilitasi," ungkapnya.
Fauzi juga berani buka-bukaan perihal kemampuan membayar pemain.
"Sistem penggajian dibayar per bulan. Kami akan gaji di kisaran Rp 3 juta-Rp 4 juta per bulan. Prinsipnya, gaji relatif kecil, tapi lancar hingga akhir kompetisi. Itu jauh lebih baik dibanding pembayaran besar tapi tersendat di tengah kompetisi," paparnya.
Fulus sebesar Rp 2 miliar disiapkan untuk tiga bulan pertama sejak fase pembentukan tim. Uang tersebut dikonversi untuk kucuran kontrak pemain,
pelatih, dan pembiayaan training camp (TC). Efisiensi juga diberlakukan demi menyeimbangkan pengeluaran dengan pemasukan klub.
"Saya sudah katakan bahwa dana awal hanya untuk persoalan teknis pembentukan tim. Jadi, di luar itu saya tidak akan keluarkan uang. Untuk sementara, pengurus tak akan digaji. Namun, kegiatan pengurus yang berhubungan dengan PSMS akan kami fasilitasi," ungkapnya.
Fauzi juga berani buka-bukaan perihal kemampuan membayar pemain.
"Sistem penggajian dibayar per bulan. Kami akan gaji di kisaran Rp 3 juta-Rp 4 juta per bulan. Prinsipnya, gaji relatif kecil, tapi lancar hingga akhir kompetisi. Itu jauh lebih baik dibanding pembayaran besar tapi tersendat di tengah kompetisi," paparnya.
Labels:PSMS Medan | 0
comments
Subscribe to:
Posts
(Atom)