Labels
- AFF - U19 (5)
- AREMA FC (24)
- BARITO PUTERA (9)
- DELTRAS SIDOARJO (1)
- Gambar Persija (23)
- GRESIK UNITED (2)
- Inter Island Cup 2014 (16)
- Liga Super Indonesia (101)
- MITRA KUKAR (9)
- PELITA BANDUNG RAYA (2)
- Pemain Persija (10)
- PERSEBAYA (18)
- PERSELA LAMONGAN (15)
- PERSEMAN MANOKWARI (2)
- PERSEPAM-MU (5)
- PERSERU (2)
- PERSIB BANDUNG (45)
- PERSIBA BALIKPAPAN (6)
- PERSIDAFON (4)
- PERSIJA (188)
- PERSIJAP (1)
- PERSIK (1)
- PERSIK KEDIRI (4)
- PERSIPASI (6)
- PERSIPURA (7)
- Persiraja Banda Aceh (1)
- PERSIRAM RAJA AMPAT (5)
- PERSIS SOLO (2)
- PERSISAM PUTRA (9)
- PERSITA TANGERANG (8)
- PERSIWA WAMENA (3)
- PSAP Sigli (2)
- PSM Makasar (6)
- PSMS Medan (4)
- PSPS PEKAN BARU (2)
- PSS SLEMAN (1)
- SEMEN PADANG (6)
- SRIWIJAYA FC (21)
- Tentang Persija (2)
- TimNas Indonesia (16)
- TimNas U-19 (11)
- TimNas U-23 (4)
- World Cup 2014 (1)
Buntut bentrok kedua kelompok supoter
Bonek Persebaya dan Aremania Malang, memaksa aparat kepolisian dari Polrestabes Surabaya. Setidaknya 31 orang yang diduga dari kelompok Bonek kini ditahan dan menjalani pemeriksaan.
Mereka ini dicokok setelah menggelar aksi sweeping terhadap suporter Aremania di Jalan Tol dari arah Satelit-
Perak. Menurut informasi yang dikutip dari laman ongisnade, Jumat (6/6), saat ini 31 orang tersebut masih menjalani pemeriksaan di Polsek Gayungan dan Polsek Sukomanunggal.
Mereka yang berjumlah 19 orang
ditangkap Polsek Gayungan, sementara 12 orang lainnya ditangkap Polsek Sukomanunggal.
"31 orang masih diperiksa dan mereka kami amankan karena membawa sajam dan batu yang dipakai untuk melempar pada petugas," Kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes POl Setija Junianta.
Sedangkan aksi sweeping di Jalan tol Satelit-Tanjung Perak dilakukan pada pukul 23.00 wib hingga Rabu (4/6) dini hari.
Akibatnya membuat arus lalu lintas di jalan tol itu, baik dari arah Satelit menuju ke Tanjung Perak maupun sebaliknya
lumpuh total.
Sumber :
http://m.sindonews.com/read/2014/06/06/58/870856/polisi-cokok-31-bonek
![]() |
| Persebaya Surabaya |
Dana 20 miliar lebih yang digelontorkan manajemen Persebaya untuk belanja pemain masih belum terasa hasilnya. Apalagi dengan target Juara ISL 2014 yang sudah ditargetkan.
Presiden Persebaya, Diar Kusuma Putra belum mau mengubah target di kompetisi ISL yang dipastikan persaingannya bakal lebih berat. "Sesuai awal, target kita tetap menjadikan Persebaya juara di kompetisi resmi nanti," ujarnya dilansir Ligaindonesia.co.id.
Kegagalan di dua turnamen pramusim, lanjut Diar, merupakan pelajaran berharga. "Justru sekarang semua harus dievaluasi. Saya yakin tim yang kita bangun ini punya potensi besar untuk berprestasi musim depan. Beri kami kesempatan untuk melakukan yang terbaik buat Kota Surabaya di kompetisi resmi," ujar pria berkacamata ini.
Sedangkan pelatih Persebaya, Rahmad Darmawan hanya meliburkan satu hari kepada skuatnya di hari Kamis (16/1) lalu. RD sapaan akrap Rahmad Darmawan kembali memimpin latihan Persebaya, Jumat (17/1) ini. Alfin Tuasalamony dkk digenjot dengan latihan game internal. Latihan difokuskan untuk meningkatkan kerja sama antarpemain dan lini.
"Kami tidak punya banyak waktu lagi karena kompetisi semakin dekat. Team work harus terus diperbaiki," kata RD.
Kerja sama jadi sorotan pembenahan, karena RD menilai pemainnya butuh latihan lebih lama supaya pemain lebih padu lagi. Maklum, pemain Persebaya bergabung dalam latihan tidak dimulai secara bersamaan.
![]() |
| Persebaya Surabaya |
Ceritanya, tim pelatih Persebaya, minus manager-coach Rahmad Darmawan, sudah tiba di stadion sejak pukul 08.30. Lalu dua asisten pelatih, Francis Wewengkang dan Hendro Kartiko didatangi salah satu pengurus stadion.
Pengurus yang tidak menyebutkan namanya itu memberi kabar bahwa Gelora 10 November tidak bisa digunakan karena ada pelarangan dari Dispora Kota Surabaya. "Saya juga tidak tahu alasan pelarangannya itu apa," ungkap Tony Ho, asisten pelatih Persebaya.
Sekitar 15 menit kemudian, para pemain mulai berdatangan ke stadion yang terletak di Kecamatan Tambaksari itu. Tapi karena ada larangan itu, pemain batal ganti baju dan hanya melihat-lihat kondisi di lapangan.
Setelah 45 menit menunggu, sekitar pukul 09.15, seluruh pemain dan staf pelatih bergegas meninggalkan stadion untuk kembali ke mess yang terletak di daerah Dukuh Menanggal. Latihan pagi pun urung dilakukan.
"Sebagai gantinya, kami latihan di Lapangan Nanggala, Senin sore nanti," pungkas pelatih yang mengantarkan Persebaya juara Divisi Utama 2013 ini.
![]() |
| Persebaya Surabaya |
Bonek meminta agar wali kota tidak mengakui klub Persebaya Surabaya versi La Nyalla dibawah naungan PT MMIB yang didirikan pada tahun 2010.
Koordinator Lapangan sekaligus Dirigen Bonek Mania Tribun Utara Saiful Antoni mengatakan, demo kali ini dalam rangka meneruskan perjuangan Bonek Mania saat bulan April 2013. Saat itu, kata Saiful, Risma membuat dan menandatangani surat perjanjian.
Surat perjanjian itu isinya tidak mengakui Persebaya 2010 dan tidak mengizinkan Persebaya 2010 untuk bermain di Surabaya. Pihaknya bahkan masih menyimpan salinan surat perjanjian tersebut.
“Namun ternyata Wali Kota Surabaya bersikap plin plan dan tidak tegas menyikapi polemik. Persebaya 2010 masih saja mendapatkan izin keamanan untuk menggelar pertandingan di Surabaya bahkan hingga kompetisi usai,” katanya kepada RoL, Jumat (3/1).
Pihaknya menilai bahwa komitmen dari Wali Kota Surabaya sudah tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan cenderung memberikan janji busuk kepada Bonek.
Untuk itulah, hari ini Bonek mania berdemo untuk menagih janji Wali Kota Surabaya untuk melarang Persebaya 2010 versi La Nyalla untuk bertanding atau melakukan kegiatan di Surabaya.
Tuntutan lainnya adalah supaya Wali Kota Surabaya segera mengambil langkah tegas dalam menyelesaikan kasus dualisme Persebaya.
“Kalaupun Persebaya 1927 tidak mendapat pengakuan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), maka tidak boleh ada klub yang memakai embel-embel nama Persebaya. Klub Persebaya 2010 versi La Nyalla harus memakai nama lain,” ujarnya.
![]() |
| Inter Island Cup 2014 |
Kebijakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) kota Surabaya tidak menggunakan GBT hingga akhir Januari 2014, karena stadion terbesar di Jawa Timur sedang dalam masa perawatan rumput.
"Kami tengah mencoba mencari stadion alternatif. Termasuk melakukan pendekatan ke Sidoarjo dan Bangkalan," ujar sekretaris tim Persebaya, Rahmad Sumanjaya dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Kamis (2/1/2014).
PT Liga Indonesia (PT LI), selaku penyelenggara turnamen IIC 2014 menunjuk Stadion GBT menjadi tuan rumah untuk menggelar pertandingan di Grup Jawa 3. Grup ini dihuni empat klub, yakni Persiba Bantul, Persegres, Persik Kediri dan Persebaya selaku tuan rumah.
Rahmad Sumanjaya mengatakan, pihaknya sudah melaporkan masalah ini ke PT LI. Namun, sampai saat ini belum ada keputusan dari PT LI apakah laga tetap di gelar di GBT atau dipindah ke daerah lain.
Jadwal babak penyisihan grup mengalami perubahan. Semula, babak grup akan dilangsungkan 11-14 Januari. Namun dalam rilis terbaru, penyelenggara turnamen ini memutuskan untuk mengubah jadwal fase penyisihan menjadi 10-16 Januari 2014.
![]() |
| Inter Island Cup 2014 |
CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, mengatakan penunjukan Persik Kediri sebagai tuan rumah, karena Persebaya, yang sempat diajukan sebagai tuan rumah menolak tawaran. Sebab, Stadion Gelora Bung Tomo tidak bisa dipakai menyelenggarakan pertandingan.
“Kami telah menunjuk Persik Kediri sebagai tuan rumah menggantikan Persebaya. Kami sudah berkomunikasi dengan panitia pelaksana pertandingan Persik Kediri,” ujar Joko Driyono saat dihubungi, Kamis (2/1/2014).
Penunjukan Persik Kediri sebagai tuan rumah IIC 2014 Zona Jawa Grup 3, merupakan uji kelayakan bagi klub berjuluk Macan Putih untuk menggelar pertandingan. Sebab, klub asal Jawa Timur itu merupakan klub yang masih memiliki catatan khusus dari PSSI, terutama dalam aspek infrastruktur.
“Kami ingin melihat persiapan Persik Kediri untuk kompetisi musim depan. Sebelumnya, Persik pernah bermasalah dengan stadion, makanya kami ingin melihat sejauh mana kesiapan mereka. Kami ingin memantau kesiapan lapangan. Itu yang menjadi pertimbangan,” tuturnya.
Sejumlah empat klub menghuni, IIC 2014, Zona Jawa Grup 3. Keempat klub tersebut, yakni Persiba Bantul, Persegres, Persik Kediri dan Persebaya.
Sebelumnya, manajemen Persebaya Surabaya tidak dapat menggunakan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) sebagai tuan rumah IIC 2014 Zona Jawa Grup 3.
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) kota Surabaya membuat kebijakan tidak menggunakan GBT hingga akhir Januari 2014, karena stadion terbesar di Jawa Timur, sedang dalam masa perawatan.
![]() |
| Persela Lamongan |
Lopicic yang berkebangsaan Serbia ini memang belum teken kontrak. Namun peluangnya sangat besar untuk bisa mengenakan jersey Laskar Joko Tingkir di Liga Super Indonesia (LSI) musim depan.
“Dia (Lopicic) memang belum teken kontrak, tapi kemungkinan besar dia akan bergabung bersama Persela,” tegas Yuhronur, kepada asisten manajer Persela, Yuhronur Effendi, Selasa (31/12/2013).
Bahkan, manajemen Persela sudah menjalin negosiasi serius dengan Lopicic. Manajemen Laskar Joko Tingkir juga sudah menyiapkan dana serta segera menyodorkan berkas kontrak kepada gelandang kelahiran 20 November 1983 tersebut.
“Negosiasi sudah dilakukan antara manajemen dengan Lopicic. Semua berkas sudah disiapkan, dan kesepakatan pun terjalin. Kini tahap terakhir tinggal proses teken kontrak saja,” timpal Yunan Achmadi, pengurus Persela yang menangani perekrutan pemain.
Di LSI musim mendatang, Persela berencana menggunakan tiga pemain asing.
Namun karena tak dapat izin, akhirnya panpel menggelar rapat maraton, dan dihasilkan keputusan bahwa pertandingan akan digelar di markas militer, tepatnya di Stadion Bumimoro AAL Surabaya.
"Pertandingan finalnya di Bumimoro Surabaya tanpa penonton. Pertandingan dimulai jam 15.00 WIB karena siaran televisi," sebut Ahmad Munir, ketua panpel Piala Gubernur Jatim 2013 usai rapat, Senin (23/12/2013).
Kepastian ini diperoleh saat duniaSOCCER mengonfirmasi langsung melalui agen Francis Younga yang membenarkan Pacho telah membuat keputusan memilih bermain di Persebaya musim depan.
“Seminggu yang lalu, ketika ada beberapa tawaran datang, Pacho masih belum ambil keputusan, baru hari ini dia bilang sama aku meninggalkan Macan Kemayoran dan bergabung bersama Bajul Ijo,” ungkap Younga.
Menurut dia, alasan terkuat Pacho memilih Persebaya, karena ada ajakan dari dua bomber asing baru mereka, yakni Petrick Nzekou dan Daniel Monchare yang berasal dari Kamerun. Rupanya mereka ingin bereuni.
Pacho akan tiba di Indonesia pada 10 Desember mendatang. “Dia dakan langsung menuju Surabaya untuk bergabung dengan pemain Persebaya yang lain,” pungkas Younga.
Andik mengaku tak mau bermain di klub ISL, terutama Persebaya, karena ia tak ingin terlibat dalam perang dingin antara pengurus klub yang ia huni sebelumnya (Persebaya 1927) dan Persebaya. "Situasinya tidak kondusif," kata Andik singkat.
Konflik Persebaya tak hanya di tingkat pengurus, konon keretakan sudah sampai di tataran suporter selevel akar rumput. Jika Andik memilih pindah ke Persebaya tidak menutup kemungkinan memicu masalah baru.
Selain tak mau menyakiti perasaan beberapa elemen suporter loyalis Persebaya 1927, juga disinyalir ada kekhawatiran bakal terjadi aksi teror yang dilakukan Bonek Mania pro Persebaya 1927 kepada keluarganya.
"Sudah banyak pemain Surabaya yang merasakan teror seperti itu, tapi itu bukan alasan utama. Saya hanya ingin mencari suasana baru,” kata Andik.
Andik mengaku ingin mencari pengalaman baru berkompetisi di luar negeri. Ia berharap, bermain di kompetisi Malaysia Super League (MSL) bisa mengembalikan kemampuan terbaiknya.
“Saya ingin bermain di sini semusim atau maksimal dua musim. Setelah itu saya ingin kembali atau bermain di salah satu klub luar negeri,” ujar Andik.
Club Tetangga bisa menghina Persija "Ngemis-ngemis sama Jokowi", "Pake dana APBD"...heheheehe.
Kalau yang ini, apa namanya ??!!!
Sumber : www.detik.com
Bonek Demo Dukung Bantuan APBD untuk Persebaya
Bertempat di depan kantor AFC di Kuala Lumpur, Senin (11/11/2013) sore, sekitar 14 suporter yang merupakan gabungan dari suporter asal Indonesia dan suporter Indonesia yang berada di Malaysia melakukan demo. Mereka adalah suporter dari Semarang, Surabaya, Solo, dan Temanggung.
Hanafi, salah satu suporter asal Surabaya, mengaku rela datang ke Malaysia untuk menyampaikan aspirasinya tersebut. Dia bersama rekan-rekannya hanya ingin menyampaikan tuntutan terkait proses unifikasi liga musim depan yang dirasa janggal.
"Kami cuma ingin menyampaikan kepada AFC agar mengecek proses verifikasi. Kami juga ingin menanyakan kesepakatan KLB bahwa musim depan klub-klub terdiri dari gabungan klub ISL dan IPL. Tapi, ternyata tiba-tiba IPL harus play-off tanpa melibatkan Persebaya 1927, Persema Malang, Persibo Bojonegoro, dan Arema Malang. Karena tidak diakui oleh PSSI tapi diakui FIFA," ujar Hanafi melalui pesan singkat.
Dalam aksi demo tersebut, dia melanjutkan, para suporter sebenarnya bertujuan melakukan dialog dengan pengurus AFC. Namun, mereka kemudian tidak diperbolehkan masuk.
Tak diperkenankan masuk ke dalam, mereka akhirnya memberikan selembar kertas berisi tuntutan mereka kepada salah satu perwakilan AFC yang mendatangi mereka di lokasi tersebut. Mereka berharap AFC mau mendengar keluhan mereka itu.
Berikut isi tuntutan suporter dengan nama manifesto 10 November Sepakbola Indonesia:
Maka, kami perwakilan supporter Indonesia menuntut:
1. Pengakuan terhadap 4 klub IPL yang dicoret dari unifikasi liga.
2. Pengakuan legalitas terhadap 4 klub IPL karena mengikuti kompetisi resmi FIFA.
3. Unifikasi liga yang adil dan fairplay.
4. Menuntut verifikasi seluruh klub ISL dan IPL dengan standart AFC dan FIFA.
5. Menuntut AFC turun tangan menangani kisruh unifikasi liga yang tidak adil dan membatalkan seluruh hasil play-off Liga Prima yang digelar PSSI, karena menyalahi asas fairness.
Selama supporter – supporter Indonesia masih memiliki darah merah yang bisa mengubah secarik kain putih menjadi merah – putih, maka selama itu pula kami tidak akan menyerah demi sepakbola Indonesia yang lebih baik dan adil.
"Jadi, kami hanya bisa berharap agar pemain bersabar dan menyikapi masalah ini secara bijak. Sebab, saat ini manajemen terus mengupayakan pembayaran gaji bisa terealisasi secepatnya," ujar H M. Choesnoel Farid, wakil manajer Persebaya, Rabu (23/10).
Upaya yang dimaksud Farid itu adalah manajemen melakukan komunikasi intensif dengan Arifin Panigoro, tokoh sentral yang disebut-sebut sebagai donatur tunggal kompetisi Indonesian Premier League (IPL). Salah seorang pengusaha sukses asal Jakarta itu memang berjanji melunasi semua tunggakan tim yang bermarkas di Jalan Karang Gayam, Surabaya, itu sesegera mungkin.
"Kami melihat Pak Arifin selama ini juga sudah sangat komit untuk membantu Persebaya. Jadi, kami butuh kerja sama pemain untuk bisa menyikapi masalah ini dengan bijak," lanjut pria yang juga pemilik Surabaya Football Club (FC), klub anggota Persebaya Surabaya, itu.
Sementara itu, stoper Persebaya Goran Ganchev mengatakan bahwa satu-satunya harapan mereka ada pada Arifin Panigoro. Karena itu, mereka mengharapkan AP -sapaan akrab Arifin Panigoro bisa memenuhi janjinya tersebut secepat mungkin. "Sebab, kami di sini punya banyak tanggungan yang harus dipenuhi, terutama kebutuhan istri dan anak," kata Goran.
Sebagaimana diketahui, penggawa Persebaya nglurug ke rumah CEO Persebaya Cholid Ghoromah Selasa lalu. Para pemain itu menanyakan hak mereka yang tertunggak empat bulan. Sayang, saat itu agenda pertemuan batal terlaksana lantaran Cholid tidak berada di rumah.
Namun, belakangan Mat Halil mengatakan bahwa tujuan pemain datang ke rumah Cholid itu hanya untuk bersilaturahmi biasa. "Sebab, kami ingin masalah ini diselesaikan dengan elegan," ucap kapten Persebaya itu.
Rahmad tinggal menandatangani kontrak saja di Persebaya.
Infrmasi yang diperoleh Surya menyebutkan, manajemen dan petinggi tim Persebaya mengelar pertemuan, Minggu (13/10/2013) malam. Dalam pertemuan itu, RD -panggilan Rahmad Darmawan- juga hadir.
Mantan pelatih yang musim lalu menukani Arema Cornos Malang itu, sepakat dengan tawaran yang disodorkan Persebaya.
“RD sudah deal dengan tawaran Persebaya, tinggal nanti teken kontrak saja. Sudah pasti nanti Rahmad Darmawan yang jadi pelatih,” sebut salah satu sumber internal yang dekat manajemen Persebaya, Senin (14/10/2013).
“Nilai kontraknya sudah deal. Tinggal teken saja. Pokoknya sudah 99.9 persen ke Rahmad Darmawan,” ucap salah satu sumber di lingkungan manajemen Persebaya.
Hal itu terbukti dari pernyataan Wakil Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) La Nyalla Mahmud Matalitti, yang hanya mengakui Persebaya Surabaya yang tampil di bawah kompetisi milik PT LI. La Nyalla menegaskan dirinya sama-sekali tidak menganggap keberadaan Persebaya 1927 yang berkompetisi di bawah PT LPIS.
Ditambahkannya, keberadaan Persebaya Surabaya yang tampil di ajang Indonesia Super League (ISL) musim 2013-2014, sudah dilegalkan dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Borobudur, Jakarta, 17 Maret lalu.
"Persebaya hanya ada satu. Sedangkan yang menggunakan nama 1927, sampai 2050 pun tidak akan diakui PSSI," terang La Nyalla.
Selain itu, La Nyalla mengatakan PSSI akan segera membahas nasib kapten Tim Nasional Indonesia U-19, Evan Dimas, yang notabene pemain Persebaya 1927. Diterangkan La Nyalla, Evan tidak perlu khawatirkan masalah tersebut dan tetap fokus ke Timnas yang akan berlaga di Piala AFC U-19, Oktober mendatang.
Terkait dualisme klub Persebaya yang muncul sejak beberapa tahun lalu, PSSI sudah menegaskan bahwa Persebaya asli adalah Persebaya Surabaya, yang baru saja promosi ke Liga Super Indonesia (ISL). Hal tersebut merupakan hasil dari Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Borobudur, Jakarta, 17 Maret lalu.
CEO Persebaya 1927, Cholid Goromah pun ingin mengadu ke CAS terkait status Bajul Ijo yang asli. Pengaduan itu dilakukan lantaran menurut Cholid, PSSI telah bersikap tidak adil dengan tidak mengakui Persebaya 1927 sebagai Persebaya yang sah.
"Ya tidak apa-apa. silahkan saja. Kita hargai semua upaya hukum siapapun," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Joko Driyono di Jakarta, Jumat (27/9/2013).
Tak hanya itu saja, pemain muda Persebaya 1927, Evan Dimas juga menimbulkan polemik. Joko menjelaskan kalau pengalihan status Evan Dimas dari pemain muda menjadi pemain profesional merupakan ranah PT Liga Prima Indonesia (LPIS) tempat Persebaya 1927 bernaung.
"PSSI posisinya hanya membantu yang bersangkutan agar bisa bermain di mana pun. Kami sudah beri surat kepada LPIS agar pengesahan itu bisa dilakukan di domain LPIS sendiri. Kaitannya dengan keanggotaan, makanya tidak bisa diputuskan PSSI," pria yang juga menjabat sebagai CEO PT Liga Indonesia itu menyudahi.
La Nyalla, berpatokan pada hasil rapat Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Borobudur, Jakarta, 17 Maret 2013 lalu. Dalam kongres itu, PSSI menyatakan Persebaya berlaga di Divisi Utama dan telah promosi ke Liga Super Indonesia (ISL) anggota resmi PSSI.
“Persebaya jelas hanya ada satu. Kalau masih tetap memakai nama Persebaya 1927 tetap tidak akan bisa. Sampai 2050 saya pastikan tidak akan diakui PSSI,” kata La Nyalla, Kamis (26/9).
Pada kesempatan lain, La Nyalla juga menyatakan akan mencari solusi terbaik terkait status , pilar timnas U-19 yakni Evan Dimas. Pasalnya kapten timnas Garuda Jaya itu, saat ini bermain di klub Ersebaya 1927.
“Saya minta Dimas tetap fokus ke timnas yang akan berlaga di Piala AFC U-19. PSSI sudah tidak mengakui keberadaan Persebaya 1927. Tapi, Dimas tak perlu khawatir,”tandasnya.
Persoalan finansial masih saja menjadi momok bagi persepakbolaan nasional. Kali ini Persebaya 1927 yang dirundung masalah. Para pemain Persebaya 1927 mengancam akan melakukan aksi mogok latihan lantaran gaji yang belum dibayarkan selama 3 bulan. Bahkan, Andik Vermansyah dan kawan-kawan tidak memperoleh uang sepeser pun dari manajemen Persebaya 1927 saat merayakan Lebaran kemarin.“Yang sekarang ini manajemen sudah kebacut (terlanjur). Lebaran kami tak ada gaji. Bagaimana kami bisa percaya kalau mereka tidak memikirkan nasib pemain,” tukas salah seorang pemain Persebaya 1927 di Surabaya , kemarin.
“Kami mau berangkat ke mess juga tambah repot. Listrik masih mati, tidak ada katering. Apalagi gaji kami,” sebut pemain Persebaya 1927 lainnya.
“Saya belum tahu anak-anak bersedia latihan apa enggak. Kalau menurut saya, yang penting kita datang dulu, terus bicara tentang semuanya,” harap Mat Halil.









