Powered by Blogger.
Labels
- AFF - U19 (5)
- AREMA FC (24)
- BARITO PUTERA (9)
- DELTRAS SIDOARJO (1)
- Gambar Persija (23)
- GRESIK UNITED (2)
- Inter Island Cup 2014 (16)
- Liga Super Indonesia (101)
- MITRA KUKAR (9)
- PELITA BANDUNG RAYA (2)
- Pemain Persija (10)
- PERSEBAYA (18)
- PERSELA LAMONGAN (15)
- PERSEMAN MANOKWARI (2)
- PERSEPAM-MU (5)
- PERSERU (2)
- PERSIB BANDUNG (45)
- PERSIBA BALIKPAPAN (6)
- PERSIDAFON (4)
- PERSIJA (188)
- PERSIJAP (1)
- PERSIK (1)
- PERSIK KEDIRI (4)
- PERSIPASI (6)
- PERSIPURA (7)
- Persiraja Banda Aceh (1)
- PERSIRAM RAJA AMPAT (5)
- PERSIS SOLO (2)
- PERSISAM PUTRA (9)
- PERSITA TANGERANG (8)
- PERSIWA WAMENA (3)
- PSAP Sigli (2)
- PSM Makasar (6)
- PSMS Medan (4)
- PSPS PEKAN BARU (2)
- PSS SLEMAN (1)
- SEMEN PADANG (6)
- SRIWIJAYA FC (21)
- Tentang Persija (2)
- TimNas Indonesia (16)
- TimNas U-19 (11)
- TimNas U-23 (4)
- World Cup 2014 (1)
Showing posts with label SRIWIJAYA FC. Show all posts
Showing posts with label SRIWIJAYA FC. Show all posts
Sunday, 8 June 2014
Labels:PERSIJA,SRIWIJAYA FC | 0
comments
FT Sriwijaya FC 3-1 Persija Jakarta
08 Juni 2014 JakaBaring - Palembang
Goals:
19' [ 1-0 ] Lancine Kone
31' [ 2-0 ] Lancine Kone
57' [ 2-1 ] Ramdani Lestaluhu
66' [ 3-1 ] Anis Nabar
Update Kelasemen ISL 2014
Labels:PERSIJA,SRIWIJAYA FC | 0
comments
Thursday, 5 June 2014
Benny Dollo :
Ponaryo adalah pemain yang bagus serta berpengalaman. Sebagai gelandang, kita
membutuhkan pemain yang kuat pegang bola dan itu ada pada Ponaryo.
Rencananya Ponaryo akan bermain saat laga away ISL 2014 Persija Jakarta vs Sriwijaya Palembang.
Wednesday, 12 March 2014
| Ivan BonsJAK - Persija Jakarta |
Pada laga hari Minggu kemarin melawan Sriwijaya FC, Bosjnak melakoni laga keduanya di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Pria Kroasia itu pun terkesan dengan dukungan yang ditunjukan sekitar 20.000-an The Jak.
"Sangat menyenangkan dan sangat bagus. Dukungan para pendukung kami sangat fantastis. Itu yang membuat kami terus bersemangat meski ketinggalan," ujar Bosjnak pada VIVAbola.
Pada laga melawan SFC, kubu tuan rumah sempat ketinggalan lebih dulu lewat gol Lancine Kone pada menit ke-80. Beruntung, Persija menyamakan kedudukan lewat Rahmat Afandi di menit akhir laga.
Bosjnak menyesalkan hasil imbang 1-1 melawan Sriwijaya tersebut. Bukan tanpa alasan, dua kali peluang "Macan Kemayoran" dibuang tepat di atas garis gawang.
"Saat gawang kami kebobolan, mereka (suporter) semakin keras bernyanyi. Itu membuat kami yakin bisa mencetak gol dan ternyata gol itu tercipta. Namun, kami menyesal gagal menang," tutur pengoleksi dua gol tersebut.
"Kami sangat tidak beruntung, dua peluang kami dibuang tepat di depan gawang. Tapi, itulah sepakbola. Sekarang, kami akan fokus pada partai selanjutnya," imbuh Bosjnak.
Sedangkan sang pencetak gol Persija, Rahmat Afandi, memilih berkomentar singkat: "Lumayan dapat poin di kandang dan belum juga kalah."
Persija saat ini berada di peringkat empat klasemen sementara ISL dengan delapan poin dari empat pertandingan. Tim asuhan Benny Dollo akan menghadapi Persita Tangerang dalam lanjutan ISL hari Rabu mendatang, 12 Maret 2014.
Labels:PERSIJA,SRIWIJAYA FC | 0
comments
Monday, 10 March 2014
Masuknya ketiga pemain itu di dalam daftar susunan pemain membuat Zelimir Terkes tidak dapat dimainkan. Tiga pemain asing di daftar susunan pemain merupakan kebijakan penggunaan pemain asing yang diterapkan PT Liga Indonesia.
"Saya belum bisa memainkan Terkes, karena kita harus memilih antara Fabiano, Rohit atau Bosnjak. Apa artinya striker kalau tidak ada support dari lapangan tengah. Jadi saya tidak berani memainkan penyerang asing," ujar Bendol.
Highlights Persija Vs Srwijaya FC 1-1 Stadion Gelora Bung Karno 9 Maret 2014
Labels:PERSIJA,SRIWIJAYA FC | 0
comments
Saturday, 18 January 2014
Video : Sriwijaya FC Vs Barito Putra, Babak 8 besar (1-4)
Inter Island Cup 2014
![]() |
| Barito Putera |
"Saya bersyukur dengan kemenangan ini. Kita beruntung. Sriwijaya memiliki banyak peluang," ujar Salahudin.
"Kita akan lakukan evaluasi. Banyak hal yang perlu diperbaiki dari penampilan anak-anak," sambungnya.
Sebelumnya, dalam laga yang dihelat di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (18/01), Bakantan Hamuk -julukan Barito- menghajar Sriwijaya FC 4-1. Tertinggal melalui gol Lancine Kone, Barito Putra membalas melalui gol-gol Syahroni, Shaka Bangura dan James Koko Lomel. Satu gol lainnya lahir berkat gol bunuh diri Abdoullaye Youssof.
Sementara itu, meski tampil apik sepanjang pertandingan, James Koko Lomel juga mendapat sorotan dari Salahudin. Meski mengakui Lomel merupakan pemain berkualitas, Salahudin melihat ada kekurangan dari penampilan ujung tombaknya itu di laga ini.
Tuesday, 7 January 2014
![]() |
| Sriwijaya FC |
“Alhamdulillah PTPN VII bersedia untuk membantu Sriwijaya FC khususnya untuk membiayai pemain asing yang memperkuat tim kesayangan rakyat Sumatra Selatan," kata Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, Selasa (7/1).
Rencana bantuan sponosr PTPN VII terungkap pada pertemuan antara Alex Noerdin dengan Komisaris Utama PTPN VII, Ahmad Ansori Mattjik. Alex Noerdin menjelaskan, bantuan itu bisa meringankan manajemen Sriwijaya FC dalam mengatasi masalah pendaanaan.
“Dengan bantuan dana dari PTPN VII, PTBA Tbk, Bank Sumselbabel, Bupati Lahat dan beberapa perusahaan lainnya kita harapkan Sriwijaya FC makin berjaya pada kompetisi 2014 dan bisa mencapai target kembali menjadi juara ISL,” ujar Alex Noerdin.
Labels:SRIWIJAYA FC | 0
comments
Wednesday, 1 January 2014
![]() |
| Sriwijaya FC |
Presiden Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex, berjanji akan merangkul seluruh stakeholder yang tertarik menggunakan merek dan logo Sriwijaya guna memperluas pasar penjualan.
“Manajemen akan merangkul produsen dan pedagang kecil yang berniat menjual jersey Sriwijaya FC atau aksesoris, merchandise dan syal tentu yang orisinil bukan yang bajakan atau illegal,'' kata Dodi, Selasa (31/12).
''Maka semakin banyak yang menjual, pemasukan keuangan klub juga akan bertambah,” katanya.
Dodi mengatakan manajemen akan melakukan sosialisasi kepada semua pihak agar mereka yang ingin bekerjasama atau menggunakan merek dan logo klub berjuluk Laskar Wong Kito tersebut bisa mengerti dan menerima.
“Pendaftaran hak paten merek dan logo Sriwijaya FC ini adalah untuk kepentingan klub,”
Labels:SRIWIJAYA FC | 0
comments
Saturday, 28 December 2013
Merek dan logo Sriwijaya Football Club (SFC) sudah terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Kementerian Hukum dan HAM.
Sertifikat hak paten merek dan logo Sriwijaya FC tersebut, Jumat (27/12) diserahkan Direktur Merk Ditjen HAKI Kementerian Hukum dan HAM Bambang Iriana Djajaatmaja kepada Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin.
Usai menerima sertifikat paten tersebut, Gubernur Sumsel Alex Noerdin sebagai pembina Sriwijaya FC mengingatkan kepada siapapun yang menggunakan merek dan logo Sriwijaya FC yang telah terdaftar untuk tujuan komersil harus membayar royalti.
“Nanti pemakaian merek logo Sriwijaya FC tidak bisa sembarangan, harus mendapat izin dari manajemen Sriwijaya FC,” katanya.
Sementara itu, Presiden klub Sriwijaya FC Dodi Reza Alex mengimbau kepada pihak-pihak yang selama ini menggunakan merek atau logo Sriwijaya FC untuk kegiatan komersil tanpa izin diimbau segera mengajukan izin ke PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (PT.SOM) selaku pemegang merek Sriwijaya FC.
“Setelah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM manajemen PT SOM akan melakukan pengawasan dan peringatan kepada pihak-pihak produsen dan penjual produk seperti kaos, syal, topi, gantungan kunci yang menggunakan merek dan logo Sriwijaya FC tanpa izin dari PT SOM,” kata Dodi.
Menurut Dodi, manajemen Sriwijaya FC bersama tim hukum akan menjalin kerjasama dengan kepolisian untuk mengamankan perlindungan hak paten merek dan logo klub berjuluk Laskar Wong Kito.
Sertifikat hak paten merek dan logo Sriwijaya FC tersebut, Jumat (27/12) diserahkan Direktur Merk Ditjen HAKI Kementerian Hukum dan HAM Bambang Iriana Djajaatmaja kepada Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin.
Usai menerima sertifikat paten tersebut, Gubernur Sumsel Alex Noerdin sebagai pembina Sriwijaya FC mengingatkan kepada siapapun yang menggunakan merek dan logo Sriwijaya FC yang telah terdaftar untuk tujuan komersil harus membayar royalti.
“Nanti pemakaian merek logo Sriwijaya FC tidak bisa sembarangan, harus mendapat izin dari manajemen Sriwijaya FC,” katanya.
Sementara itu, Presiden klub Sriwijaya FC Dodi Reza Alex mengimbau kepada pihak-pihak yang selama ini menggunakan merek atau logo Sriwijaya FC untuk kegiatan komersil tanpa izin diimbau segera mengajukan izin ke PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (PT.SOM) selaku pemegang merek Sriwijaya FC.
“Setelah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM manajemen PT SOM akan melakukan pengawasan dan peringatan kepada pihak-pihak produsen dan penjual produk seperti kaos, syal, topi, gantungan kunci yang menggunakan merek dan logo Sriwijaya FC tanpa izin dari PT SOM,” kata Dodi.
Menurut Dodi, manajemen Sriwijaya FC bersama tim hukum akan menjalin kerjasama dengan kepolisian untuk mengamankan perlindungan hak paten merek dan logo klub berjuluk Laskar Wong Kito.
Labels:SRIWIJAYA FC | 0
comments
Tuesday, 24 December 2013
SEJARAH SRIWIJAYA FC
ASAL USUL SEJARAH SINGKAT
Walaupun mewakili provinsi Sumatera Selatan, Sriwijaya FC didirikan di Jakarta dengan nama Persijatim Jakarta Timur pada tahun 1976.
Karena alasan finansial, klub ini sempat pindah ke Solo dan menjadi Persijatim Solo FC pada tahun 2002 hingga 2004.
Setelah itu klub ini dibeli oleh pemerintah provinsi Sumatera Selatan dan diganti namanya menjadi Sriwijaya FC Palembang.
Berdiri: 1976 (Persijatim Jakarta Timur)
Alamat: Komp. Palembang Square, Jl. Angkatan 45 / Jl. POM IX No.R-130 Indonesia
Telepon: +62 (0) 711 380130
Faksimile: +62 (0) 711 316816
Surat Elektronik: sfc@sriwijaya-fc.com
Laman Resmi: http://www.sriwijaya-fc.com
Laman Resmi Suporter : http://www.sriwijayamaniasumsel.com
Ketua: Dodi Reza Alex Noerdin
Direktur: Hendri Zainuddin
Stadion: Gelora Sriwijaya
Suporter : Laskar Wong Kito
ARTI LOGO
Logo berbentuk lingkaran bertuliskan Sumatera Selatan Bersatu Teguh mempunyai arti bahwa Sriwijaya FC dapat digunakan sebagai salah satu sarana untuk mewujudkan kesatuan yang bulat dari seluruh masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan.
PRESTASI
- Liga Indonesia Juara : 2007
- Piala Indonesia Juara : 2008, 2009, 2010
- Liga Super Indonesia : Fair Play Team : 2009-10 , Juara (1): 2011-2012
- Community Shield Juara : 2010
- Inter Island Cup 2010 Juara : 2010
- Liga Champions AFC 2009: babak penyisihan grup
- Piala AFC 2010: babak 16 besar
NB : Bila ada yang ingin menambahkan atau refsii silahkan kirim komentar.
Labels:SRIWIJAYA FC | 0
comments
Belum jelasnya kepastian jadwal turnamen Inter Island Cup (IIC) 2014 membuat manajemen Sriwijaya FC memutuskan untuk ikut turnamen antarklub Asean yang akan berlangsung di Singapura, 2-8 Januari 2014.Manajer Sriwijaya FC Robert Heri, Selasa (24/12) mengatakan sudah mengirim surat kesiapan mengikuti turnamen tersebut.
“Kita sudah mengirim surat kesiapan Sriwijaya FC mengikuti turnamen tersebut, jika berlangsung hanya sampai 6 Januari 2014," kata dia.
”Turnamen yang berlabel Asean Cup tersebut mengundang dua klub asal Indonesia, Persipura dan Sriwijaya FC bersama juara Liga Super Malaysia Singapore LionsXII dan klub peserta Liga Singapura Home United. Namun kemudian Persipura mengundurkan diri.
“Dengan hanya peserta tiga klub memungkinkan turnamen berlangsung sampai 6 Januari 2014, dengan demikian Sriwijaya FC bisa mempersiapkan diri untuk mengikuti Inter Island Cup yang mungkin mulai bergulir 10 atau 12 Januari 2013,” kata Robert Heri.
Turnamen antarklub Asean yang baru pertama kali dilaksanakan tersebut diikuti klub papan atas dari kompetisi liga super di masing-masing negara Asean. Sriwijaya FC juara ISL 2012 dan peringkat lima ISL 2013. Singapore LionsXII adalah klub profesional asal Singapura yang bermarkas di stadion Jalan Besar.
Klub ini berdiri di tahun 2011 kemudian mengikuti Liga Super Malaysia. Klub yang dikelola Asosiasi Sepak Bola Singapura ini menandai kembali Singapura ke kancah sepak bola Malaysia setelah terakhir Piala Malaysia 1994.
Singapore LionsXII ditangani pelatih Fandi Ahmad yang pernah bermain di klub Niac Mitra Surabaya pada era kompetisi Galatama.
Home United FC yang bertanding di Liga Super Singapura merupakan klub yang berdiri sejak 1940 yang awalnya merupakan klub sepak bola kepolisian negara pulau tersebut. Setelah liga super Singapura terbentuk tahun 1996, klub yang awalnya bernama Police Football Club berganti nama menjadi Home United FC. Klub ini bermarkas di stadion Bishan.
Labels:SRIWIJAYA FC | 0
comments
Derby Sumatera mempertemukan Semen Padang menghadapi Sriwijaya FC akan terjadi di Inter Island Cup (IIC) 2014. Kedua klub tergabung di zona kualifikasi wilayah Sumatera.
Pertandingan Semen Padang melawan Sriwijaya FC akan menentukan satu tiket lolos ke babak delapan besar (IIC) 2014. Pertandingan menggunakan sistem kandang dan tandang.
“Inter Island 2014 akan mempertemukan Sriwijaya FC menghadapi Semen Padang. Sumatera Derby,” ujar Sekjen PSSI, Joko Driyono ditemui di kantor PT Liga Indonesia, Senin (23/12/2013).
Terdapat 20 klub peserta IIC 2014. Masing-masing klub terbagi ke dalam empat zona kualifikasi wilayah. Zona kualifikasi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Penentuan ini disesuaikan berdasarkan domisili.
12 klub tergabung di zona kualifikasi wilayah Jawa. Di zona wilayah ini masing-masing klub terbagi ke dalam tiga grup. Nantinya juara dari masing-masing grup akan lolos ke babak 8 besar.
Sementara di zona kualifikasi wilayah Kalimantan tergabung 4 klub. Kemudian di zona kualifikasi wilayah Sulawesi dan Papua terdapat 4 klub. Nantinya juara dari masing-masing zona akan lolos ke babak delapan besar.
“Inter Island 2014 membagi klub-klub ke dalam zona kualifikasi sesuai pulau,” katanya.
Sejumlah 8 klub yang lolos dari zona kualifikasi akan dibagi ke dalam dua grup dengan format home tournamen dan sistem setengah kompetisi. Masing-masing juara grup berhak melaju ke laga final. Masing-masing juara grup di babak 8 besar akan bertemu di laga grand final.
Turnamen IIC 2014 akan berlangsung pada 10-25 Januari 2014.
Berikut Pembagian Empat Zona Kualifikasi Wilayah di IIC 2014:
Sumatera: Semen Padang, Sriwijaya FC
Jawa: Persita Tangerang, Persija Jakarta, Persib Bandung, Pelita Bandung Raya, Persiba Bantul, Persijap Jepara, Persik Kediri, Persela Lamongan, Arema Indonesia, Gresik United, Persebaya Surabaya, Persepam Madura United
Kalimantan: Persisam Putra Samarinda, Persiba Balikpapan, Mitra Kukar, Barito Putera
Sulawesi dan Papua: PSM Makassar, Persipura Jayapura, Persiram Raja Ampat, Perseru Serui
Labels:SEMEN PADANG,SRIWIJAYA FC | 0
comments
Thursday, 5 December 2013
Sehari sebelum jatuh tenggat waktu pemenuhan syarat verifikasi oleh klub, ternyata masih ada yang menunggak gaji pemain. Salah satunya adalah Sriwijaya FC, yang membuat mereka terancam tak lolos.
Temuan baru itu disampaikan Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) setelah menerima pengaduan dari lima pemain Sriwijaya FC, yang tertunggak gajinya selama dua bulan untuk musim 2011/2013. Kelima pemain itu adalah Firman Utina, Ahmad Jupriyanto, M. Ridwan, Supardi, dan Nova Arianto.
Sebagai langkah awal, APPI melalui tim bantuan hukumnya, Riza Hufaida, bersama empat pengacara datang ke PSSI untuk mengajukan surat gugatan kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Rabu (4/12/2013).
"Hari ini kami baru melakukan beberapa langkah hukum terkait pemain yang gajinya tertunggak ini," kata Riza ketika ditemui di FX, Senayan, Jakarta, usai melayangkan surat gugatan.
Keputusan melayangkan surat gugatan ke PSSI dilakukan karena cara musyawarah mufakat yang sudah ditempuh tidak memberikan hasil yang diinginkan. Sementara dalam klausul kontrak disebutkan kalau musyawarah tidak terlaksana maka penyelesaian diserahkan kepada PSSI, yang keputusannya bersifat final dan mengikat.
"Ini sebenarnya sama dengan kasus Leo Saputra dan Bambang Pamungkas yang melayangkan surat gugatan ke pengadilan negeri. Tapi dalam kasus ini, langkah hukum yang kami lakukan untuk menyelesaikan proses tunggakan gaji lima pemain ini adalah ke PSSI. Karena dalam kontrak kelima pemain ini tertulis segala bentuk perselisihan yang terjadi antar pemain dan klub diselesaikan oleh PSSI," lanjut dia.
Di saat yang sama APPI juga mengaku terkejut dengan kontrak kelima pemain tersebut karena di dalamnya terdapat kesepakatan untuk tidak membawa permasalah apapun yang timbul atas ikatan kerja ini ke FIFA, AFC, dan AFF.
"Ini yang perlu dikritisi, kenapa PSSI meloloskan surat kontrak seperti ini. Ini kan menyalahi ketentuan dan aturan FIFA, dan PSSI pernah mengatakan jika ada permasalahan ada di bawah FIFA, tapi di dalam kontrak ini tertulis sebaliknya," ujarnya.
"Pemain sudah melakukan musyawarah, sejak lama. Seperti Juprianto saat melakukan tanda tangan kontrak baru, September 2012. Yang lain ada lewat telepon. Tapi tidak ada titik temu. Pemain malah dapat dua surat dari Sriwijaya yang ditujukan kepada pemain dan staff mereka mengakui ada penunggakan itu. Dan janji membayar setelah mendapat dana dari PT Liga, bulan Juni dan September terakhir. Tapi tidak ada kemajuan," terangnya.
Sudah mengajukan gugatan ke PSSI, langkah APPI selanjutnya adalah menunggu keputusan federasi. Tapi selain itu mereka juga akan mengajukan surat pada divisi lisensi verifikasi klub, yang saat ini masih bekerja menentukan klub-klub yang akan lolos verifikasi dan boleh bertarung di unifikasi liga musim depan.
Karena klub yang lolos verifikasi adalah yang tidak punya tunggakan utang gaji pemain, maka Sriwijaya dalam ancaman serius tak lolos verifikasi.
"Besok, Kamis (5/12) kami akan ajukan surat ke bagian lisensi verifikasi soal ini," tambahnya.
Selain lima nama yang sudah disebut di atas, beberapa pemain lain yang akan melakukan langkah serupa adalah Ponaryo Astaman, Keith kayamba Gumbs, Rizky Novriansyah, Jamie Coyne, Seftia Hadi, dan Ferry Rotinsulu.
Temuan baru itu disampaikan Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) setelah menerima pengaduan dari lima pemain Sriwijaya FC, yang tertunggak gajinya selama dua bulan untuk musim 2011/2013. Kelima pemain itu adalah Firman Utina, Ahmad Jupriyanto, M. Ridwan, Supardi, dan Nova Arianto.
Sebagai langkah awal, APPI melalui tim bantuan hukumnya, Riza Hufaida, bersama empat pengacara datang ke PSSI untuk mengajukan surat gugatan kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Rabu (4/12/2013).
"Hari ini kami baru melakukan beberapa langkah hukum terkait pemain yang gajinya tertunggak ini," kata Riza ketika ditemui di FX, Senayan, Jakarta, usai melayangkan surat gugatan.
Keputusan melayangkan surat gugatan ke PSSI dilakukan karena cara musyawarah mufakat yang sudah ditempuh tidak memberikan hasil yang diinginkan. Sementara dalam klausul kontrak disebutkan kalau musyawarah tidak terlaksana maka penyelesaian diserahkan kepada PSSI, yang keputusannya bersifat final dan mengikat.
"Ini sebenarnya sama dengan kasus Leo Saputra dan Bambang Pamungkas yang melayangkan surat gugatan ke pengadilan negeri. Tapi dalam kasus ini, langkah hukum yang kami lakukan untuk menyelesaikan proses tunggakan gaji lima pemain ini adalah ke PSSI. Karena dalam kontrak kelima pemain ini tertulis segala bentuk perselisihan yang terjadi antar pemain dan klub diselesaikan oleh PSSI," lanjut dia.
Di saat yang sama APPI juga mengaku terkejut dengan kontrak kelima pemain tersebut karena di dalamnya terdapat kesepakatan untuk tidak membawa permasalah apapun yang timbul atas ikatan kerja ini ke FIFA, AFC, dan AFF.
"Ini yang perlu dikritisi, kenapa PSSI meloloskan surat kontrak seperti ini. Ini kan menyalahi ketentuan dan aturan FIFA, dan PSSI pernah mengatakan jika ada permasalahan ada di bawah FIFA, tapi di dalam kontrak ini tertulis sebaliknya," ujarnya.
"Pemain sudah melakukan musyawarah, sejak lama. Seperti Juprianto saat melakukan tanda tangan kontrak baru, September 2012. Yang lain ada lewat telepon. Tapi tidak ada titik temu. Pemain malah dapat dua surat dari Sriwijaya yang ditujukan kepada pemain dan staff mereka mengakui ada penunggakan itu. Dan janji membayar setelah mendapat dana dari PT Liga, bulan Juni dan September terakhir. Tapi tidak ada kemajuan," terangnya.
Sudah mengajukan gugatan ke PSSI, langkah APPI selanjutnya adalah menunggu keputusan federasi. Tapi selain itu mereka juga akan mengajukan surat pada divisi lisensi verifikasi klub, yang saat ini masih bekerja menentukan klub-klub yang akan lolos verifikasi dan boleh bertarung di unifikasi liga musim depan.
Karena klub yang lolos verifikasi adalah yang tidak punya tunggakan utang gaji pemain, maka Sriwijaya dalam ancaman serius tak lolos verifikasi.
"Besok, Kamis (5/12) kami akan ajukan surat ke bagian lisensi verifikasi soal ini," tambahnya.
Selain lima nama yang sudah disebut di atas, beberapa pemain lain yang akan melakukan langkah serupa adalah Ponaryo Astaman, Keith kayamba Gumbs, Rizky Novriansyah, Jamie Coyne, Seftia Hadi, dan Ferry Rotinsulu.
Labels:SRIWIJAYA FC | 0
comments
Sejumlah lima mantan pesepakbola Sriwijaya FC menempuh jalur hukum terkait tunggakan gaji yang dilakukan manajemen. Berkas penyelesaian perselisihan dari kelima pesepakbola tersebut telah dikirim dan diterima oleh PSSI pada Rabu (4/12/2013) sore.
Mantan pemain SFC tersebut, yaitu Firman Utina, Achmad Jufriyanto, Nova Arianto, Muhammad Ridwan, dan Supardi. Mereka didampingi Tim Bantuan Hukum dari Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).
Tim bantuan hukum APPI yang diwakili Riza Husaida, mengatakan penyerahan berkas penyelesaian perselisihan kepada PSSI dilakukan
menyusul belum adanya penyelesaian atas 2 bulan gaji mereka pada musim 2011/2012 oleh manajemen Sriwijaya FC.
"Ini baru melakukan beberapa langkah hukum. Ini legal action karena tunduk ke kontrak, segala bentuk perselisihan dilakukan melalui musyarawah. Kalau tidak bisa musyawarah maka diserahakan kepada PSSI yang sifatnya final dan mengikat," kata Riza dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/12/2013).
"Langkah hukumnya ke PSSI, karena diatur kontrak. Tetapi kalau tidak mendapatkan penyelesaian yang memuaskan maka penyelesaiannya kita masih punya hak untuk melakukan langkah hukum lainnya, salah satunya ke Pengadilan Negeri,".
"Yang digarisbawahi ini langkah hukum yang ada dalam perjanjian. Ini jalurnya ada di PSSI, jadi tidak ada dibilang engga ada hubungan dengan PSSI. Ini bukti nyata, bahwa ada masalah pemain dengan klub,".
Selain menuntut untuk dilunasi hak-haknya, menurut Riza, di dalam tuntutan itu para mantan pemain meminta Sriwijaya FC meminta supaya klub berjuluk Laskar Wong Kito tidak diloloskan verifikasi kalau belum melunasi tunggakan gaji.
"Kita minta kepada PSSI supaya Sriwijaya tidak ikut berkompetisi di level manapun untuk kompetisi. Harusnya dengan adanya ini, PSSI tidak meloloskan klub ini. Kalau mau lolos diselesaikan," kata Riza.
Selain pesepakbola yang namanya telah disebutkan diatas, beberapa mantan pesepakbola klub Sriwijaya FC lainnya juga akan melakukan langkah-langkah hukum yang sama, yang diantaranya, Ponaryo Astaman, Keith Kayamba Gumbs, Rizky Novriansyah, Jamie Coyne,Seftia Hadi, dan Ferry Rotinsulu.
"Gugatan itu akan segera diikuti oleh pemain lain. Ke depan akan melakukan hal yang sama. Yang digaris bawahi ini langkah hukum yang ada dalam perjanjian. Kami menunggu penyelesaian mulai dari dua minggu sampai jangka waktu satu bulan," tambah Riza.
Mantan pemain SFC tersebut, yaitu Firman Utina, Achmad Jufriyanto, Nova Arianto, Muhammad Ridwan, dan Supardi. Mereka didampingi Tim Bantuan Hukum dari Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).
Tim bantuan hukum APPI yang diwakili Riza Husaida, mengatakan penyerahan berkas penyelesaian perselisihan kepada PSSI dilakukan
menyusul belum adanya penyelesaian atas 2 bulan gaji mereka pada musim 2011/2012 oleh manajemen Sriwijaya FC.
"Ini baru melakukan beberapa langkah hukum. Ini legal action karena tunduk ke kontrak, segala bentuk perselisihan dilakukan melalui musyarawah. Kalau tidak bisa musyawarah maka diserahakan kepada PSSI yang sifatnya final dan mengikat," kata Riza dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/12/2013).
"Langkah hukumnya ke PSSI, karena diatur kontrak. Tetapi kalau tidak mendapatkan penyelesaian yang memuaskan maka penyelesaiannya kita masih punya hak untuk melakukan langkah hukum lainnya, salah satunya ke Pengadilan Negeri,".
"Yang digarisbawahi ini langkah hukum yang ada dalam perjanjian. Ini jalurnya ada di PSSI, jadi tidak ada dibilang engga ada hubungan dengan PSSI. Ini bukti nyata, bahwa ada masalah pemain dengan klub,".
Selain menuntut untuk dilunasi hak-haknya, menurut Riza, di dalam tuntutan itu para mantan pemain meminta Sriwijaya FC meminta supaya klub berjuluk Laskar Wong Kito tidak diloloskan verifikasi kalau belum melunasi tunggakan gaji.
"Kita minta kepada PSSI supaya Sriwijaya tidak ikut berkompetisi di level manapun untuk kompetisi. Harusnya dengan adanya ini, PSSI tidak meloloskan klub ini. Kalau mau lolos diselesaikan," kata Riza.
Selain pesepakbola yang namanya telah disebutkan diatas, beberapa mantan pesepakbola klub Sriwijaya FC lainnya juga akan melakukan langkah-langkah hukum yang sama, yang diantaranya, Ponaryo Astaman, Keith Kayamba Gumbs, Rizky Novriansyah, Jamie Coyne,Seftia Hadi, dan Ferry Rotinsulu.
"Gugatan itu akan segera diikuti oleh pemain lain. Ke depan akan melakukan hal yang sama. Yang digaris bawahi ini langkah hukum yang ada dalam perjanjian. Kami menunggu penyelesaian mulai dari dua minggu sampai jangka waktu satu bulan," tambah Riza.
Labels:Liga Super Indonesia,SRIWIJAYA FC | 0
comments
Sunday, 1 December 2013
Rumor perekrutan pemain anyar Persija Jakarta kembali berembus ke permukaan.
Dua nama beken yakni Ramdani Lestaluhu dan Vendry Mofu dikabarkan bersedia merapat ke kubu Macan Kemayoran musim depan. Nama Ramdani memang sudah dari jauh-jauh hari dihubungkan ke Persija. Pemain sayap Timnas U-23 itu diproyeksikan untuk menggantikan peran Muhammad Ilham yang memilih hengkang ke Persebaya Surabaya.
Manajer Persija Jakarta Ferry Paulus tidak membantah jika pemain kelahiran Tulehu 5 November 1991 berpeluang berkostum Oranye -kostum Persija-musim depan.
"Persija adalah magnet buat pemain manapun. Peluang untuk mendatangkan mantan pemain, termasuk untuk Dani (Ramdani-red) akan selalu terbuka," kata Ferry di sela-sela peluncuran jersey anyar Persija, baru-baru ini.
Kandidat lainnya adalah Vendry Mofu. Gelandang serang yang musim lalu berkostum Semen Padang ini diminati untuk menggantikan peran yang ditinggalkan Robertino Pugliara.
Peluang merekrut Mofu semakin menguat setelah dirinya tidak menyetujui proposal perpanjangan kontrak baru yang ditawarkan manajemen Semen Padang. Pelatih Semen Padang Jafri Sastra juga secara terang-terangan mencari alternatif penggantinya untuk musim depan.
Kendati demikian, peluang Persija untuk mendapatkan Mofu cukup berat karena pemain Timnas Indonesia belakangan dikabarkan tengah bernegosiasi dengan Sriwijya FC.
Dua nama beken yakni Ramdani Lestaluhu dan Vendry Mofu dikabarkan bersedia merapat ke kubu Macan Kemayoran musim depan. Nama Ramdani memang sudah dari jauh-jauh hari dihubungkan ke Persija. Pemain sayap Timnas U-23 itu diproyeksikan untuk menggantikan peran Muhammad Ilham yang memilih hengkang ke Persebaya Surabaya.
Manajer Persija Jakarta Ferry Paulus tidak membantah jika pemain kelahiran Tulehu 5 November 1991 berpeluang berkostum Oranye -kostum Persija-musim depan.
"Persija adalah magnet buat pemain manapun. Peluang untuk mendatangkan mantan pemain, termasuk untuk Dani (Ramdani-red) akan selalu terbuka," kata Ferry di sela-sela peluncuran jersey anyar Persija, baru-baru ini.
Kandidat lainnya adalah Vendry Mofu. Gelandang serang yang musim lalu berkostum Semen Padang ini diminati untuk menggantikan peran yang ditinggalkan Robertino Pugliara.
Peluang merekrut Mofu semakin menguat setelah dirinya tidak menyetujui proposal perpanjangan kontrak baru yang ditawarkan manajemen Semen Padang. Pelatih Semen Padang Jafri Sastra juga secara terang-terangan mencari alternatif penggantinya untuk musim depan.
Kendati demikian, peluang Persija untuk mendapatkan Mofu cukup berat karena pemain Timnas Indonesia belakangan dikabarkan tengah bernegosiasi dengan Sriwijya FC.
Labels:PERSIJA,SEMEN PADANG,SRIWIJAYA FC | 0
comments
Friday, 22 November 2013
Setelah berhasil mengikat mantan pemain Gresik United Siswanto, kini manajemen Sriwijaya FC sudah mengikat 21 pemain yang sudah memastikan diri bergabung dengan klub berjuluk Laskar Wong Kito.
Siswanto, yang merupakan pemain Sriwijaya FC musim kompetisi ISL 2011/2012 resmi kembali ke Sriwijaya setelah menandatangani prakontrak dengan klub yang bermarkas di stadion Gelora Sriwijaya komplek Jakabaring Sport City (JSC) tersebut.
Menurut manajer Sriwijaya FC Robert Heri, Jumat (22/11), dengan Siswanto menyatakan sepakat bergabung maka kini Sriwijaya FC sudah memiliki 21 pemain yang selanjutnya akan menandatangani kontrak secara resmi selama satu musim kompetisi.
“Sekarang manajemen masih mencari empat pemain yang masih dibutuhkan untuk posisi stopper, gelandang bertahan, sayap dan striker. Untuk posisi penjaga gawang kita sudah memiliki tiga orang, yakni Fauzi Toldo dari Persisam Samarinda dan Teja Pakualam dari Sriwijaya FC-21, dan terakhir kita sudah deal dengan Selsius Gebze dari Persidafon Dafonsoro,” kata Robert Heri.
Untuk posisi stopper, Sriwijaya FC telah memiliki dua, Abdoulaye Maiga dari Mali dan Firdaus Ramadhan dari Persita Tangerang. “Untuk posisi ini kita masih butuh satu pemain lagi sebagai antisipasi jika ada yang cedera,” ujarnya.
Pemain lain yang sudah menandatangani prakontrak dan kini sudah berada di mess Sriwijaya FC adalah M Hamzah dari Persiwa Wamena, Ahmad Sumardi dari Persisam, Erol Iba dari dari Gresik United, Jeki Arisandi dari Persis Solo dan M Sobran.
Untuk posisi gelandang sudah ada Asri Akbar dari Persib Bandung, dan Ichsan Kurniawan dari Sriwijaya FC U-21, Lancine Kone dari Pantai Gading yang musim lalu bersama Persisam, Vendri Mofu dari Semen Padang, Anis Nabar dari Persidafon, Diogo Rangel Santos, pemain lama Sriwijaya FC yang musim lalu dipinjamkan ke Gresik United, dan Rifan Nahumarury dari Sriwijaya FC U-21.
Siswanto, yang merupakan pemain Sriwijaya FC musim kompetisi ISL 2011/2012 resmi kembali ke Sriwijaya setelah menandatangani prakontrak dengan klub yang bermarkas di stadion Gelora Sriwijaya komplek Jakabaring Sport City (JSC) tersebut.
Menurut manajer Sriwijaya FC Robert Heri, Jumat (22/11), dengan Siswanto menyatakan sepakat bergabung maka kini Sriwijaya FC sudah memiliki 21 pemain yang selanjutnya akan menandatangani kontrak secara resmi selama satu musim kompetisi.
“Sekarang manajemen masih mencari empat pemain yang masih dibutuhkan untuk posisi stopper, gelandang bertahan, sayap dan striker. Untuk posisi penjaga gawang kita sudah memiliki tiga orang, yakni Fauzi Toldo dari Persisam Samarinda dan Teja Pakualam dari Sriwijaya FC-21, dan terakhir kita sudah deal dengan Selsius Gebze dari Persidafon Dafonsoro,” kata Robert Heri.
Untuk posisi stopper, Sriwijaya FC telah memiliki dua, Abdoulaye Maiga dari Mali dan Firdaus Ramadhan dari Persita Tangerang. “Untuk posisi ini kita masih butuh satu pemain lagi sebagai antisipasi jika ada yang cedera,” ujarnya.
Pemain lain yang sudah menandatangani prakontrak dan kini sudah berada di mess Sriwijaya FC adalah M Hamzah dari Persiwa Wamena, Ahmad Sumardi dari Persisam, Erol Iba dari dari Gresik United, Jeki Arisandi dari Persis Solo dan M Sobran.
Untuk posisi gelandang sudah ada Asri Akbar dari Persib Bandung, dan Ichsan Kurniawan dari Sriwijaya FC U-21, Lancine Kone dari Pantai Gading yang musim lalu bersama Persisam, Vendri Mofu dari Semen Padang, Anis Nabar dari Persidafon, Diogo Rangel Santos, pemain lama Sriwijaya FC yang musim lalu dipinjamkan ke Gresik United, dan Rifan Nahumarury dari Sriwijaya FC U-21.
Menurut Robert Heri, untuk posisi gelandang bertahan Sriwijaya FC masih butuh pemain dan Sriwijaya FC kini tengah memburu Ruben Wuarbunaran, pemain yang kini bergabung dengan CS Vise klub divisi II Belgia), yang segera tiba di Palembang pada 25 November nanti.
Labels:SRIWIJAYA FC | 0
comments
Wednesday, 9 October 2013
Menjelang bergulirnya kompetisi Liga Super Indonesia musim depan, manajemen Sriwijaya FC Palembang mulai membidik beberapa pemain baru, salah satunya Rohit Chan.
"Kami sudah menghubungi dua pemain asing, yaitu Lancine Kone asal Pantai Gading dan pemain belakang asal Mali yang main di Liga Prancis. Jadi tinggal tambah satu pemain asing. Rohit Chan jadi incaran kami," kata Subangkit, pelatih Sriwijaya.
Untuk Kone dan dan pemain asal Mali, Subangkit mengaku sudah dapat konfirmasi dari pemain bersangkutan. Adapun untuk Chand, katanya, baru pada tahap negosiasi awal. Belum ada kesepakatan, karena Chand masih terikat kontrak dengan Persija sampai Oktober 2013.
"Tidak apa-apa meski dia masih terikat kontrak, tetapi bukan berarti tidak mungkin mendapatkannya, kan? Rohit pemain yang kami anggap bagus dan tepat untuk memperkokoh lini belakang kami," ujar Subangkit.
Pria yang sebelumnya melatih di Persiwa Wamena itu menambahkan, selain tiga pemain asing tadi, pihaknya juga mencai sekitar 20-an pemain lokal. Sebanyak enam sampai tujuh pemain lokal akan dia ambil dari Sriwijaya U21.
"Untuk kompetisi musim depan, kami memang tidak akan menggunakan jasa skuad sebelumnya. Jadi, kami akan memakai pemain-pemain baru untuk musim depan," ucap Subangkit.
"Kami sudah menghubungi dua pemain asing, yaitu Lancine Kone asal Pantai Gading dan pemain belakang asal Mali yang main di Liga Prancis. Jadi tinggal tambah satu pemain asing. Rohit Chan jadi incaran kami," kata Subangkit, pelatih Sriwijaya.
Untuk Kone dan dan pemain asal Mali, Subangkit mengaku sudah dapat konfirmasi dari pemain bersangkutan. Adapun untuk Chand, katanya, baru pada tahap negosiasi awal. Belum ada kesepakatan, karena Chand masih terikat kontrak dengan Persija sampai Oktober 2013.
"Tidak apa-apa meski dia masih terikat kontrak, tetapi bukan berarti tidak mungkin mendapatkannya, kan? Rohit pemain yang kami anggap bagus dan tepat untuk memperkokoh lini belakang kami," ujar Subangkit.
Pria yang sebelumnya melatih di Persiwa Wamena itu menambahkan, selain tiga pemain asing tadi, pihaknya juga mencai sekitar 20-an pemain lokal. Sebanyak enam sampai tujuh pemain lokal akan dia ambil dari Sriwijaya U21.
"Untuk kompetisi musim depan, kami memang tidak akan menggunakan jasa skuad sebelumnya. Jadi, kami akan memakai pemain-pemain baru untuk musim depan," ucap Subangkit.
Labels:PERSIJA,SRIWIJAYA FC | 0
comments
Friday, 27 September 2013
Nama Subangkit sebagai pelatih sementara Sriwijaya FC di Menpora Cup 2013, sepertinya mendapatkan saingan untuk menduduki kursi pelatih kepala di kompetisi mendatang.
Pasalnya menurut informasi, manajemen Laskar Wong Kito juga memiliki satu nama lain yakni Widodo Cahyono PutroĆ sebagai saingan berat.
Alhasil nama Subangkit dan Widodo C Putro, berada di atas dari beberapa nama lain yang telah masuk kantong manajemen klub. Saat ini setidaknya ada empat kandidat pelatih yang disebut-sebut akan menukangi Sriwijaya FC musim depan.
Selain Sumbangkit dan Widodo, dua nama lainnya adalah Kas Hartadi dan pelatih Barito Putra Salahuddin.
Namun dari empat pelatih ini akan mengerucut menjadi dua nama saja, mengingat Sriwijaya FC membidik pelatih berlisensi minimal A AFC untuk musim depan.
“Regulasi PT Liga Indonesia soal lisensi pelatih untuk musim depan memang belum dikeluarkan. Namun untuk lebih amannya, bidikan kita lebih ke pelatih berlisensi A AFC”.
“Dari empat pelatih yang sudah disebut-sebut hanya dua yang berlisensi A AFC, yaitu Subangkit dan Widodo C Putro” ungkap manajer Sriwijaya FC Robert Heri belum lama ini.
Robert Heri menambahkan jika Salahuddin yang menjadi salah satu kandidat, dinilai sangat bagus sebagai sosok seorang pelatih.
Apalagi Salahuddin berhasil membawa Barito Putra finish di posisi lima pada musim lalu, namun sayangnya Salahuddin belum memiliki lisensi pelatih A AFC.
“Begitu juga dengan Kas Hartadi yang baru memiliki lisensi pelatih A nasional. Namun kedua pelatih ini tetap kita pertimbangkan jika regulasi PT Liga Indonesia tidak mewajibkan pelatih ISL minimal berlisensi A AFC” tambah Robert seperti yang dilansir Goal.
Meskipun belum menyebut pasti nama pelatih yang dibidik, namun Robert mengisyaratkan salah satu dari nama pelatih yang sudah disebut-sebut saat ini berpeluang besar menukangi Sriwijaya FC musim depan.
“Namanya sudah disebut-sebut dan sering masuk dalam pemberitaan, namun masih perlu kita bawa dalam rapat manajemen untuk memastikannya. Bisa Subangkit bisa Widodo, tunggu saja tanggal mainnya” pungkas Robert Heri.
Pasalnya menurut informasi, manajemen Laskar Wong Kito juga memiliki satu nama lain yakni Widodo Cahyono PutroĆ sebagai saingan berat.
Alhasil nama Subangkit dan Widodo C Putro, berada di atas dari beberapa nama lain yang telah masuk kantong manajemen klub. Saat ini setidaknya ada empat kandidat pelatih yang disebut-sebut akan menukangi Sriwijaya FC musim depan.
Selain Sumbangkit dan Widodo, dua nama lainnya adalah Kas Hartadi dan pelatih Barito Putra Salahuddin.
Namun dari empat pelatih ini akan mengerucut menjadi dua nama saja, mengingat Sriwijaya FC membidik pelatih berlisensi minimal A AFC untuk musim depan.
“Regulasi PT Liga Indonesia soal lisensi pelatih untuk musim depan memang belum dikeluarkan. Namun untuk lebih amannya, bidikan kita lebih ke pelatih berlisensi A AFC”.
“Dari empat pelatih yang sudah disebut-sebut hanya dua yang berlisensi A AFC, yaitu Subangkit dan Widodo C Putro” ungkap manajer Sriwijaya FC Robert Heri belum lama ini.
Robert Heri menambahkan jika Salahuddin yang menjadi salah satu kandidat, dinilai sangat bagus sebagai sosok seorang pelatih.
Apalagi Salahuddin berhasil membawa Barito Putra finish di posisi lima pada musim lalu, namun sayangnya Salahuddin belum memiliki lisensi pelatih A AFC.
“Begitu juga dengan Kas Hartadi yang baru memiliki lisensi pelatih A nasional. Namun kedua pelatih ini tetap kita pertimbangkan jika regulasi PT Liga Indonesia tidak mewajibkan pelatih ISL minimal berlisensi A AFC” tambah Robert seperti yang dilansir Goal.
Meskipun belum menyebut pasti nama pelatih yang dibidik, namun Robert mengisyaratkan salah satu dari nama pelatih yang sudah disebut-sebut saat ini berpeluang besar menukangi Sriwijaya FC musim depan.
“Namanya sudah disebut-sebut dan sering masuk dalam pemberitaan, namun masih perlu kita bawa dalam rapat manajemen untuk memastikannya. Bisa Subangkit bisa Widodo, tunggu saja tanggal mainnya” pungkas Robert Heri.
Labels:SRIWIJAYA FC | 0
comments
Friday, 13 September 2013
Kisruh di Manajemen Sriwijaya FC yang dipicu aksi mogok pemain dan pelatih menuntut pembayaran gaji terus memanas.
Hingga Kamis (12/9/2013), sejumlah pemain di klub berjuluk Laskar Wong Kito dan pelatih Kas Hartadi belum mau melakukan latihan. Hal ini menganggu persiapan Sriwijaya FC untuk melakukan laga tandang ke Kalimantan melawan Persiba Balikpapan, Minggu (15/9/2013) dan melawan Barito Putera Rabu (18/9/2013).
Informasi yang beredar, manajemen telah menunjuk Subangkit yang sukses membawa Sriwijaya FC Usia 21 menjadi Liga Super Indonesia (LSI) U-21 menggantikan Kas.
Presiden Sriwijaya FC Dodi Reza Alex saat dikonfirmasi, membantah informasi itu. Dia mengatakan, masih berharap Kas serta hampir seluruh pemain bersedia menghentikan aksi mogok untuk melakoni tur Kalimantan yang menjadi dua laga pamungkas Sriwijaya FC.
Masih mogoknya Kas dan sebagian besar pemain Sriwijaya FC, membuat sesi latihan jelang tur Kalimantan juga terganggu. Tercatat pemain inti yang ikut latihan hanya pemain asing saja, sementara sisanya diikuti pemain U-21 yang sudah didaftarkan ke tim senior. Latihan pun dipimpin Subangkit.
“Sampai saat ini belum dipastikan. Saya selaku Presiden klub Sriwijaya FC masih membangun komunikasi dengan pelatih Kas Hartadi. Saya masih berharap pengertian, dan soliditas tim, sembari saya upayakan solusi," kata Dodi, Rabu (11/9/2013).
Menurut Dodi, berbagai solusi akan diusahakan, termasuk kembali menggadaikan rumahnya demi melunasi uang muka, dan gaji pemain yang belum di bayar.
“Saya terus mengupayakan solusi bagi Sriwijaya FC, karena itu saya harap pengertian dan soliditas tim untuk tetap melanjutkan dua laga sisa kompetisi ISL,” janji Dodi.
Hingga Kamis (12/9/2013), sejumlah pemain di klub berjuluk Laskar Wong Kito dan pelatih Kas Hartadi belum mau melakukan latihan. Hal ini menganggu persiapan Sriwijaya FC untuk melakukan laga tandang ke Kalimantan melawan Persiba Balikpapan, Minggu (15/9/2013) dan melawan Barito Putera Rabu (18/9/2013).
Informasi yang beredar, manajemen telah menunjuk Subangkit yang sukses membawa Sriwijaya FC Usia 21 menjadi Liga Super Indonesia (LSI) U-21 menggantikan Kas.
Presiden Sriwijaya FC Dodi Reza Alex saat dikonfirmasi, membantah informasi itu. Dia mengatakan, masih berharap Kas serta hampir seluruh pemain bersedia menghentikan aksi mogok untuk melakoni tur Kalimantan yang menjadi dua laga pamungkas Sriwijaya FC.
Masih mogoknya Kas dan sebagian besar pemain Sriwijaya FC, membuat sesi latihan jelang tur Kalimantan juga terganggu. Tercatat pemain inti yang ikut latihan hanya pemain asing saja, sementara sisanya diikuti pemain U-21 yang sudah didaftarkan ke tim senior. Latihan pun dipimpin Subangkit.
“Sampai saat ini belum dipastikan. Saya selaku Presiden klub Sriwijaya FC masih membangun komunikasi dengan pelatih Kas Hartadi. Saya masih berharap pengertian, dan soliditas tim, sembari saya upayakan solusi," kata Dodi, Rabu (11/9/2013).
Menurut Dodi, berbagai solusi akan diusahakan, termasuk kembali menggadaikan rumahnya demi melunasi uang muka, dan gaji pemain yang belum di bayar.
“Saya terus mengupayakan solusi bagi Sriwijaya FC, karena itu saya harap pengertian dan soliditas tim untuk tetap melanjutkan dua laga sisa kompetisi ISL,” janji Dodi.
Labels:SRIWIJAYA FC | 0
comments
Subscribe to:
Posts
(Atom)


