Powered by Blogger.
Labels
- AFF - U19 (5)
- AREMA FC (24)
- BARITO PUTERA (9)
- DELTRAS SIDOARJO (1)
- Gambar Persija (23)
- GRESIK UNITED (2)
- Inter Island Cup 2014 (16)
- Liga Super Indonesia (101)
- MITRA KUKAR (9)
- PELITA BANDUNG RAYA (2)
- Pemain Persija (10)
- PERSEBAYA (18)
- PERSELA LAMONGAN (15)
- PERSEMAN MANOKWARI (2)
- PERSEPAM-MU (5)
- PERSERU (2)
- PERSIB BANDUNG (45)
- PERSIBA BALIKPAPAN (6)
- PERSIDAFON (4)
- PERSIJA (188)
- PERSIJAP (1)
- PERSIK (1)
- PERSIK KEDIRI (4)
- PERSIPASI (6)
- PERSIPURA (7)
- Persiraja Banda Aceh (1)
- PERSIRAM RAJA AMPAT (5)
- PERSIS SOLO (2)
- PERSISAM PUTRA (9)
- PERSITA TANGERANG (8)
- PERSIWA WAMENA (3)
- PSAP Sigli (2)
- PSM Makasar (6)
- PSMS Medan (4)
- PSPS PEKAN BARU (2)
- PSS SLEMAN (1)
- SEMEN PADANG (6)
- SRIWIJAYA FC (21)
- Tentang Persija (2)
- TimNas Indonesia (16)
- TimNas U-19 (11)
- TimNas U-23 (4)
- World Cup 2014 (1)
Friday, 27 September 2013
Jakarta - PSSI mempersilakan Persebaya 1927 mengadu ke Badan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS) terkait tuduhan Bajul Ijo yang menyebut PSSI tidak adil dengan klub yang berlaga di Liga Prima Indonesia (IPL) itu.
Terkait dualisme klub Persebaya yang muncul sejak beberapa tahun lalu, PSSI sudah menegaskan bahwa Persebaya asli adalah Persebaya Surabaya, yang baru saja promosi ke Liga Super Indonesia (ISL). Hal tersebut merupakan hasil dari Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Borobudur, Jakarta, 17 Maret lalu.
CEO Persebaya 1927, Cholid Goromah pun ingin mengadu ke CAS terkait status Bajul Ijo yang asli. Pengaduan itu dilakukan lantaran menurut Cholid, PSSI telah bersikap tidak adil dengan tidak mengakui Persebaya 1927 sebagai Persebaya yang sah.
"Ya tidak apa-apa. silahkan saja. Kita hargai semua upaya hukum siapapun," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Joko Driyono di Jakarta, Jumat (27/9/2013).
Tak hanya itu saja, pemain muda Persebaya 1927, Evan Dimas juga menimbulkan polemik. Joko menjelaskan kalau pengalihan status Evan Dimas dari pemain muda menjadi pemain profesional merupakan ranah PT Liga Prima Indonesia (LPIS) tempat Persebaya 1927 bernaung.
"PSSI posisinya hanya membantu yang bersangkutan agar bisa bermain di mana pun. Kami sudah beri surat kepada LPIS agar pengesahan itu bisa dilakukan di domain LPIS sendiri. Kaitannya dengan keanggotaan, makanya tidak bisa diputuskan PSSI," pria yang juga menjabat sebagai CEO PT Liga Indonesia itu menyudahi.
Terkait dualisme klub Persebaya yang muncul sejak beberapa tahun lalu, PSSI sudah menegaskan bahwa Persebaya asli adalah Persebaya Surabaya, yang baru saja promosi ke Liga Super Indonesia (ISL). Hal tersebut merupakan hasil dari Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Borobudur, Jakarta, 17 Maret lalu.
CEO Persebaya 1927, Cholid Goromah pun ingin mengadu ke CAS terkait status Bajul Ijo yang asli. Pengaduan itu dilakukan lantaran menurut Cholid, PSSI telah bersikap tidak adil dengan tidak mengakui Persebaya 1927 sebagai Persebaya yang sah.
"Ya tidak apa-apa. silahkan saja. Kita hargai semua upaya hukum siapapun," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Joko Driyono di Jakarta, Jumat (27/9/2013).
Tak hanya itu saja, pemain muda Persebaya 1927, Evan Dimas juga menimbulkan polemik. Joko menjelaskan kalau pengalihan status Evan Dimas dari pemain muda menjadi pemain profesional merupakan ranah PT Liga Prima Indonesia (LPIS) tempat Persebaya 1927 bernaung.
"PSSI posisinya hanya membantu yang bersangkutan agar bisa bermain di mana pun. Kami sudah beri surat kepada LPIS agar pengesahan itu bisa dilakukan di domain LPIS sendiri. Kaitannya dengan keanggotaan, makanya tidak bisa diputuskan PSSI," pria yang juga menjabat sebagai CEO PT Liga Indonesia itu menyudahi.
Labels:PERSEBAYA
Subscribe to:
Post Comments
(Atom)

0 comments:
Post a Comment